BALIEXPRESS.ID-Oknum pecalang yang terlibat perdebatan panas dengan oknum pedagang di Banjar Adat Tanah Bang, Kediri Tabanan Bali sempat dihujat warganet di media sosial.
Pasalnya dalam potongan video yang viral, oknum pecalang tersebut terlihat sangat arogan terhadap oknum pedagang yang merupakan pasangan suami istri.
Baca Juga: Viral Oknum Pecalang dan Pedagang di Tabanan Bersitegang, Rupanya Ini Penyebabnya
Dalam video yang dibagikan oleh akun @planetdenpasar via akun @aryawedakarna terlihat seorang pria yang diduga oknum pecalang di wilayah tersebut bersitegang dengan sepasang pedagang di pinggir jalan.
Terlihat dalam potongan video tersebut, oknum pecalang tersebut marah-marah dengan pedagang pinggir jalan.
Viralnya video tersebut telah menimbulkan tanggapan negative warganet kepada oknum pecalang tersebut.
Baca Juga: Wawali Arya Wibawa Buka Denpasar Tattoo Exhibition
Warganet terpancing emosi dengan potongan video yang direkam oleh istri pedagang dan disebarkan di media sosial.
Banyak warganet yang menyampaikan hujatan kepada oknum pecalang yang dinilai terlalu arogan dengan nyama peturu Bali (orang-orang asli Bali).
“Jeg paling aeng gen nan* dadi jeleme c*ng. sok keras di wilayah nan* ne pedidi,” tulis akun @daybuddy dikutip pada Senin (01/07/2024).
“To ne medagang di jalan Taman Pancing cobak gertak bani sing ci?” tanya akun @fakta.military.
Namun beberapa warganet yang mengetahui kronologis kejadian pun ikut memberikan komentarnya agar warganet tidak langsung mengjudge tanpa tahu fakta di lapangan.
Baca Juga: Workshop Tapel Janggan Awali Rare Angon Festival 2024
Dalam beberapa komentar disebutkan rupanya perdebatan panas itu terjadi lantaran pemilik lahan merasa tak terganggu dengan adanya pedagang yang berjualan di depan rumahnya.
Pedagang tersebut terlihat menggunakan mobil terbuka untuk berjualan dipinggir jalan yang berada di depan rumah warga setempat.
Sempat ditegur beberapa kali, namun oknum pedagang tersebut tak juga mengindahkan permintaan pemilik lahan.
Bahkan disebutkan bahwa pedagang tersebut sempat menantang pemilik lahan agar menyelesaikan masalah di luar.
Merasa terganggu, pemilik lahan pun melaporkan kejadian tersebut kepada prajuru dan pecalang banjar.
Sebelum terjadi perdebatan panas seperti dalam video yang beredar, disebutkan jika oknum pecalang telah memberitahu dengan baik-baik.
Namun hal tersebut ditanggapi dengan kasar dan emosi oleh oknum pedagang.
Diduga kata-kata kasar dari oknum pedagang perempuan memicu emosi oknum pecalang tersebut.
Editor : Wiwin Meliana