BALIEXPRESS.ID - Dermaga Sanur telah rampung beberapa waktu lalu dan lokasi ini sudah beroperasi sebagai sarana penghubung bagi warga atau wisatawan yang ingin berkunjung ke Nusa Penida dan sekitarnya.
Hanya saja, dampak yang ditimbulkan adalah kemacetan jalan raya dari keberadaan dermaga tersebut.
Meski berada di Kota Denpasar, pengelolaannya bukan ranah Pemkot Denpasar, melainkan masih menjadi kewenangan pusat atau Menteri Perhubungan.
Pihak Pemkot Denpasar pun berharap agar pengelolaan bisa diserahkan sepenuhnya ke Kota Denpasar.
Pasalnya, jika belum diserahkan, Pemkot mengaku belum bisa melakukan penataan di Dermaga Sanur termasuk mengatasi kemacetan yang masih terjadi.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Selasa 2 Juli 2024 mengatakan, dalam hal mengatasi kemacetan, pihaknya mengklaim telah memiliki formula jitu.
"Penyerahan pengelolaan Dermaga Sanur ke Pemkot tujuannya bukan ada potensi ekonomi, tapi bagaimana kami bisa mengurai permasalahan yang terjadi akibat keberadaan Pelabuhan Sanur itu," kata Arya Wibawa.
Ia menambahkan, selama ini belum bisa melakukan intervensi 100 persen ke Pemerintah Pusat karena belum ada serah terima pengelolaan.
Nantinya jika sudah diserahkan ke Pemkot, pihaknya akan melakukan pembagian penyeberangan ke Nusa Penida dan sekitarnya.
"Misalkan ada 100 penyeberangan per hari, mungkin 50 dari Sanur, kemudian 30 dari Mertasari dan 20 lewat Pelabuhan Serangan. Tapi kembali lagi, selama pengelolaan belum diserahkan, hal itu belum bisa kami lakukan," kata Arya Wibawa.
Saat ditanya terkait kapan target bisa diserahkan, Arya Wibawa mengaku masih terus berproses lewat Dinas Perhubungan.
Sebelumnya, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara melakukan audiensi dengan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta pada Rabu, 20 Juni 2024 lalu.
Audiensi ini dalam rangka membahas business plan jangka panjang Pelabuhan Sanur Kota Denpasar.
Dalam kesempatan tersebut juga dibahas upaya mengatasi kemacetan di Kota Denpasar yang salah satunya di sekitar area Pelabuhan Sanur.
Editor : Nyoman Suarna