BALIEXPRESS.ID- Seorang warganet mengeluhkan dugaan aksi pembalakan liar yang terjadi di hutan lindung Bali Barat.
Keluhan tersebut disampaikan kepada Calon DPD terpilih Niluh Djelantik melalui pesan whatapps.
Dalam pesannya, warganet tersebut mengirimkan sebuah video yang berisi dugaan aksi pencurian kayu sonokeling.
Dalam video tersebut terlihat beberapa pengendara motor mengangkut pohon-pohon yang diduga adalah kayu sonokeling dengan ditutup menggunakan plastic hitam.
Warganet tersebut menyebut bahwa pohon sonokeling yang dengan mudah dijumpai sebelumnya di sepanjang hutan Sumbersari sampai dengan hutan Sumberejo kini bagaikan lenyap dan hanya tersisa pohon-pohon kecil saja.
“Ini adalah bagian kecil dari maraknya pembabatan hutan di Bali Barat tepatnya di jalan menuju Sumberkelampok. Yang mana daerah tersebut melewati pos jaga polhut,” tulis pesan yang dibagikan oleh Niluh Djelantik dikutip pada Rabu (03/07/2024).
Lebih lanjut, warga tersebut menyayangkan aksi pencurian atau illegal logging yang dinilai akan berdampak kepada masyarakat luas ketika hutan rusak.
Sedangkan para penikmat untuk kepentingan pribadi dari hutan itu seolah olah bebas seperti tidak terjamah hukum.
Lebih lanjut, pihaknya pun menaruh harapan besar kepada Niluh Djelantik agar mampu membawa permasalahan tersebut kepada penegak hukum agar benar-benar di atensi.
“Sedih kami mengapa begini-begini amat penegakan hukum terkhusus untuk hutan kami saat ini. Kami menaruh harapan besar kepada Mbok Iluh agar hal ini bisa diatensi karena menurut kami ini belum terlambat,” jelas Niluh Djelantik.
Baca Juga: BRI Tampilkan Perjalanan Transformasi Digital di Product Development Conference 2024
Unggahan tersebut pun mendapat beragam tanggapan dari warganet di media sosial.
“Tri Hita Karana hanya semboyan belaka, penerapan hanya sebatas ceremony tapi implementasi di prilaku nol,” tulis akun @okiwanjaya.
“Belum terlambat selamatkan Bali sebelum menjadi seperti Kawasan wiisata puncak,”@ek4yant1_.