BALIEXPRESS.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia melalui Divisi Pendidikan Antikorupsi, telah melakukan kurasi dan pemilihan sekolah-sekolah yang menunjukkan komitmen tinggi dalam mengimplementasikan pendidikan anti korupsi.
Salah satu hasil kurasi ini adalah pengakuan terhadap SMPN 4 Singaraja sebagai salah satu sekolah terbaik tingkat SMP dalam penerapan pendidikan anti korupsi di Indonesia. Proses kurasinya melalui aplikasi Jaga.id.
Aplikasi Jaga.id dirancang untuk memantau dan menginformasikan aktivitas pendidikan anti korupsi yang dilakukan oleh sekolah.
Setiap sekolah dapat melaporkan berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka penguatan karakter dan pencegahan perilaku koruptif.
Melalui laporan yang dikumpulkan di Jaga.id, KPK dapat melakukan evaluasi dan menentukan sekolah-sekolah yang aktif dan berkomitmen dalam program ini.
Kepala SMPN 4 Singaraja, Putu Budiastana mengatakan, ada beberapa kegiatan yang menjadi pantauan KPK terhadap sekolah-sekolah itu.
Di SMPN 4 Singaraja terdapat aktivitas harian yang didalamnya terdapat program penguatan karakter, disiplin, nasionalisme, dan spiritualitas siswa.
Penekanan pada karakter jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan komitmen terhadap ajaran agama dan kearifan lokal.
Involusi seluruh stakeholder sekolah seperti guru, siswa, orang tua, dan komite sekolah dalam mendukung lingkungan yang bebas dari perilaku koruptif.
Penguatan karakter di sekolah ini semacam janji politik yang harus ditepati selama berada di lingkungan SMPN 4 Singaraja.
“Kegiatan yang melibatkan pihak luar seperti kerja sama dengan Kejaksaan atau Kepolisian untuk memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai korupsi dan hukum yang terkait,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Jumat (5/7) pagi.
Berdasarkan kurasi tersebut, SMP Negeri 4 Singaraja terpilih sebagai satu-satunya SMP di Bali dan satu dari dua SMP se-Indonesia yang diakui oleh KPK atas komitmennya dalam pendidikan anti korupsi.
Pengakuan ini diberikan karena keberhasilan sekolah dalam membangun sistem pendidikan yang berkelanjutan dalam pencegahan perilaku koruptif.
SMP Negeri 4 Singaraja, bersama dengan MTs di Purwakarta dan beberapa sekolah di jenjang pendidikan lainnya, dipandang berhasil dalam berbagai kegiatan yang membangun kesadaran dan tanggung jawab terhadap hak dan kewajiban.
Budiastana memaparkan kiat-kiatnya dalam menggelorakan semangat anti korupsi pada jajaran tenaga pendidik, staf, dan siswanya. Budiastana menegaskan bahwa poin utama yang memperkuat semangat anti korupsi adalah karakter gigih.
“Karakter gigih ini sangat penting, mencakup perjuangan dan penolakan terhadap hal-hal negatif, misalnya bagi siswa seperti narkoba, rokok, dan pergaulan bebas. Bagi tenaga pendidik, meliputi penolakan gratifikasi yang tentunya jika diterima akan menjadi potensi konflik kepentingan,” jelas Budiastana.
Karakter gigih ini jika dilakukan secara kompak bersama-sama dapat mewujudkan ekosistem anti korupsi yang kuat. Hal tersebut tentunya juga didukung oleh tata kelola yang sejalan dengan semangat anti korupsi di lingkungan sekolah.
Misalnya, dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pihaknya memastikan manajemen sekolah berjalan dengan integritas, akuntabilitas, dan transparansi dalam pengelolaan dana BOS.
“Kami mengikuti juknis dan peraturan yang berlaku serta melibatkan seluruh pihak terkait dalam menyusun rencana kerja tahunan (RKS). Semua informasi mengenai penggunaan dana BOS juga kami sampaikan secara transparan kepada masyarakat,” tutupnya. ***
Editor : Y. Raharyo