BALIEXPRESS.ID - Kingmaker politik Jembrana, yang juga Mantan Bupati Jembrana, I Gede Winasa pada Jumat (5/7/2024) bebas dari penjara. Dia tiba di rumahnya di Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo dan disambut teriakan Kembang-Ipat.
Ayah kandung dari Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) tiba di rumahnya di Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, sekitar pukul 20.30 Wita.
Sebelum menginjakkan kaki di rumahnya, I Gede Winasa sesaat setelah keluar dari Rutan Kelas IIB Negara, memilih langsung melakukan ritual pembersihan diri (Melukat) di Pantai (Segara) Yeh Kuning, Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana dan di Grya Batur Bujangga Wisnawa Tegalcangkring, Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo.
Saat tiba di rumah Tegalcangkring, kepulangan orang nomor satu di Gumi Mekepung periode 2000-2010 itu disambut teriakan Kembang-Ipat dari warga dan simpatisan yang menunggunya sejak pagi hari.
Kembang-Ipat adalah singkatan dari Made Kembang Hartawan dan I Gede Ngurah Patriana Krisna. Keduanya digadang-gadang menjadi pasangan calon bupati-wabup Jembrana dalam Pilkada 2024 mendatang.
Tentu saja, king maker politik Jembrana, I Gede Winasa yang punya pengaruh kuat bisa mengubah konstelasi politik di Jembrana.
Ipat saat ini masih jadi wakil bupati Jembrana, mendampingi Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, yang menang dalam Pilkada Jembrana 2020 melawan paket dari PDIP Made Kemang Hartawan-Ketut Sugiasa.
Selain warga dan simpatisannya, kepulangan Winasa juga disambut sejumlah tokoh dan mantan anggota DPRD Jembrana termasuk juga Ketua DPC PDIP Jembrana I Made Kembang Hartawan yang juga mantan wakil bupati Jembrana.
Bahkan saat I Gede Winasa memberikan sambutan di hadapan keluarga dan ratusan warga serta simpatisan yang memadati rumahnya, teriakan Kembang-Ipat terus terdengar.
Usai pertemuan, I Made Kembang Hartawan menceritakan jika dirinya dan I Gede Winasa merupakan kawan lama sekaligus teman berjuang yang cukup lama. Juga pernah sama-sama di PDIP.
Terkait adanya teriakan (Paket) Kembang-Ipat dari warga dan simpatisan Winasa, disebutnya merupakan aspirasi dari warga.
Terkait kehadiran Made Kembang Hartawan, Ipat menjelaskan hal itu karena Kembang merupakan teman lama.
"Dulu Pak Kembang dengan Bapak satu partai. Pak Kembang anak buah bapak di DPC (PDIP). Ayah Pak Kembang juga pengelingsir di partai, sama, jadi karena hubungan itu," ungkapnya.
Ditanya seandainya dijadikan wakil dari Kembang Hartawan pada Pilkada Jembrana 2024 ini, Ipat tidak mau berandai-andai karena masih berproses. ***
Editor : Y. Raharyo