BALIEXPRESS.ID-Meski dikatakan lebar (meninggal) secara mendadak, namun Ida Pedanda Wayahan Bun dari Griya Sanur Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar memang telah mengidap penyakit serius.
Hal tersebut diungkap oleh Ida Pedanda Istri di rumah duka, Griya Sanur Pejeng, dikutip pada Kamis (11/07/2024).
Ida Pedanda Istri menyebut bahwa Ida Pedanda Wayahan Bun memiliki Riwayat penyakit Ginjal dan juga diabetes.
Serangkaian pengobatan di rumah sakit memang telah dilakukan.
Meski mengidap penyakit serius, Ida Pedanda Istri menyebut bahwa sebelum lebar, Ida Pedanda Wayahan Bun sempat merasa kondisinya kurang fit.
"Sungkan nadak (sakit mendadak, Red). Sesak," ungkapnya pada Rabu (10/7).
Sebelum menghembuskan napas terakhir, Ida Pedanda sempat merasa dingin selama tiga hari.
"Merasa kedinginan. Dari tiga hari merasa kedinginan. Istri, dingin? Ngih, dingin mule mangkin," ujar Ida Pedanda Istri menirukan percakapan terakhir dengan suaminya.
Ida kemudian dilarikan ke RS Ari Canti, Desa Mas Ubud, namun dinyatakan telah berpulang. "Sudah lemas (saat dibawa, Red)," ungkapnya.
Ida Pedanda Wayahan Bun lebar pada Selasa sore (09/07/2024).
Ida Pedanda Wayahan Bun, yang pernah menjabat sebagai Ketua PHDI Gianyar dan pengurus Dharma upadeso Gianyar, meninggalkan istri dan tujuh anak.
Baca Juga: Erick Thohir Beri Sinyal Piala Presiden 2024 Bergulir: Bali United Kabarnya Jadi Tuan Rumah
Jasad Ida Pedanda kini disemayamkan di gedong Griya. Pihak keluarga telah berembuk dan menyiapkan rangkaian upacara untuk mengantarkan beliau.
Rangkaian upacara dimulai dengan Nyiramin layon (memandikan jenazah) tahap pertama pada 20 Juli yang bertepatan dengan bulan purnama, dilanjutkan Nyiramin layon tahap kedua pada 4 Agustus yang bertepatan dengan tilem atau bulan mati, dan upacara Ngaskara pada 7 Agustus.
Puncak karya palebon akan berlangsung pada 8 Agustus 2024.
Editor : Wiwin Meliana