Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ida Pedanda Wayahan Bun Lebar; Rupanya Miliki Riwayat Penyakit Serius

Wiwin Meliana • Kamis, 11 Juli 2024 | 21:18 WIB

Ida Pedanda Wayahan Bun dari Griya Sanur Pejeng, Gianyar
Ida Pedanda Wayahan Bun dari Griya Sanur Pejeng, Gianyar

BALIEXPRESS.ID-Meski dikatakan lebar (meninggal) secara mendadak, namun Ida Pedanda Wayahan Bun dari Griya Sanur Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar memang telah mengidap penyakit serius.

Hal tersebut diungkap oleh Ida Pedanda Istri di rumah duka, Griya Sanur Pejeng, dikutip pada Kamis (11/07/2024).

Baca Juga: Kronologi dan Fakta-fakta Kekejaman Kakak Beradik yang Bunuh Seorang Buruh di Depan Istri dan Mertuanya

Ida Pedanda Istri menyebut bahwa Ida Pedanda Wayahan Bun memiliki Riwayat penyakit Ginjal dan juga diabetes.

Serangkaian pengobatan di rumah sakit memang telah dilakukan.

Meski mengidap penyakit serius, Ida Pedanda Istri menyebut bahwa sebelum lebar, Ida Pedanda Wayahan Bun sempat merasa kondisinya kurang fit.

"Sungkan nadak (sakit mendadak, Red). Sesak," ungkapnya pada Rabu (10/7).

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Jurang Pacet: Toyota Avanza Muat 11 Orang Terjun, Dua Tewas dan Sembilan Luka

Sebelum menghembuskan napas terakhir, Ida Pedanda sempat merasa dingin selama tiga hari.

"Merasa kedinginan. Dari tiga hari merasa kedinginan. Istri, dingin? Ngih, dingin mule mangkin," ujar Ida Pedanda Istri menirukan percakapan terakhir dengan suaminya.

Ida kemudian dilarikan ke RS Ari Canti, Desa Mas Ubud, namun dinyatakan telah berpulang. "Sudah lemas (saat dibawa, Red)," ungkapnya.

Ida Pedanda Wayahan Bun lebar pada Selasa sore (09/07/2024).

Ida Pedanda Wayahan Bun, yang pernah menjabat sebagai Ketua PHDI Gianyar dan pengurus Dharma upadeso Gianyar, meninggalkan istri dan tujuh anak.

Baca Juga: Erick Thohir Beri Sinyal Piala Presiden 2024 Bergulir: Bali United Kabarnya Jadi Tuan Rumah

Jasad Ida Pedanda kini disemayamkan di gedong Griya. Pihak keluarga telah berembuk dan menyiapkan rangkaian upacara untuk mengantarkan beliau.

Rangkaian upacara dimulai dengan Nyiramin layon (memandikan jenazah) tahap pertama pada 20 Juli yang bertepatan dengan bulan purnama, dilanjutkan Nyiramin layon tahap kedua pada 4 Agustus yang bertepatan dengan tilem atau bulan mati, dan upacara Ngaskara pada 7 Agustus.

Puncak karya palebon akan berlangsung pada 8 Agustus 2024.

 

Editor : Wiwin Meliana
#Ida Pedanda Wayahan Bun #kabar duka #lebar