Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Soal Helikopter Diduga Terlilit Tali Layangan, Begini Pesan Deck Sotto Kepada Rare Angon Bali

Wiwin Meliana • Sabtu, 20 Juli 2024 | 19:35 WIB

Deck Sotto mengingatkan zona aman untuk menerbangkan layang-layang
Deck Sotto mengingatkan zona aman untuk menerbangkan layang-layang

BALIEXPRESS.ID-Kadek Suprapta Meranggi atau lebih dikenal dengan Deck Sotto mengucapkan rasa prihatinnya terkait jatuhnya Helikopter wisata yang disinyalir terlilit tali layangan.

Helikopter wisata dari Bali Helitour terjatuh di kawasan tebing Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Jumat (19/7/2024), sekitar pukul 14.37 WITA.

Baca Juga: Meliput Dengan HP

Dugaan kuat, helikopter itu jatuh karena terlilit tali atau senar layangan yang berukuran besar.

Sebab, pada rotor baling-baling helikopter melilit tali layangan yang ukurannya cukup besar dan cukup kuat.

Deck Sotto mengungkap jatuhnya helikopter yang terkena lilitan tali layang-layang itu harus dilihat dari dua sisi.

Pertama layang-layang merupakan tradisi sejak zaman dahulu.

Pihaknya pun mengingatkan kepada penyedia layanan penerbangan tour menggunakan helikopter agar tidak menerbangkan helikopter dengan ketinggian rendah pada musim layangan.

Baca Juga: Kisah Kidung dan Gading: Anak Kembar dari Tukang Urut yang Sukses Lolos Tes Bintara Polda Jatim

Hal ini lantaran saat musim layangan di Bali, tali layang-layang yang terbang di atas 500 meter di atas permukaan laut tidak akan terlihat.

“Jikalau terkena rotor akan sangat berbahaya sekali akan melilit rotor,” jelas Deck Sotto dikutip pada Sabtu (20/07/2024).

Lebih lanjut, Deck Sotto juga mengungkap bahwa layang-layang merupakan warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya.

Dengan adanya kejadian ini, pihaknya juga mengingatkan zona aman untuk menerbangkan layang-layang.

Pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak menerbangkan layangan terlalu tinggi dan menghindari bandara.

Baca Juga: Helikopter yang Jatuh di Bali Diduga Milik Raffi Ahmad, Dimas Ahmad Mengaku Tidak Tahu

“Layang-layang tradisional yang ukurannya besar-besar itu terbangnya tidak terlalu tinggi, itu tidak lebih dari 300 mdpl,” jelasnya.

Pihaknya pun mengingatkan kepada Rare Angon agar tidak menerbangkan layang-layang lalu menginapkan layang-layang.

“Semoga ini menjadi pelajaran buat kami khususnya Rare Angon dan perusahaan yang menyediakan penyewaan tour dengan helikopter,” jelasnya.

 

Editor : Wiwin Meliana
#deck sotto #helikopter #rare angon #layang layang #jatuh