BALIEXPRESS.ID - Setelah terjatuhnya helikopter di tebing Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Tim Komite Keselamatan Transportasi (KNKT) telah turun ke lokasi, Sabtu (20/7).
Pihak KNKT melakukan investigasi penyebab terjatuhnya helikopter milik PT Whitesky Aviation tersebut.
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah IV, Agustinus Budi Hartono mengatakan, Tim KNKT yang terlibat dalam investigasi terdiri dari tiga orang.
Sesuai dengan prosedur, akan dilakukan pengecekan kejadian yang ada untuk mengumpulkan bukti-bukti dan informasi yang diperlukan.
“Rencana saat ini adalah langsung ke TKP setelah itu baru ada datanya untuk besok,” ujar Agustinus, Sabtu.
Menurutnya, di sekitar helikopter yang jatuh telah diberi garis polisi untuk mengamankan lokasi.
Pihaknya pun meminta menunggu hasil investigasi dari KNKT. Sehingga nantinya mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang penyebab kecelakaan tersebut.
“Update terbaru Jumat malam helikopternya sudah dikasih police line dan untuk lebih lanjut kita akan menunggu hasil investigasi KNKT,” ungkapnya.
Agustinus menerangkan, sebelum terjatuh pilot helikopter melihat layang-layang namun sudah terlambat untuk menghindarinya.
Sehingga helikopter tidak dapat dikendalikan dan akhirnya terjatuh.
“Kalau tidak salah di Bali sudah setahun helikopternya, helikopter buatan tahun 2018. Kalau prosedur keselamatan penumpang dia sudah diasuransikan untuk semua penumpang dan kru berdasarkan peraturan Menteri,” terangnya.
Dilihat di kanal Youtube RANS Entertainment, Raffi Ahmad juga sempat menggunakan dan mempromosikan Bali Helitour ini.
Dalam tayangan pada 26 April 2023 lalu itu, disebutkan bahwa helikopter ini sudah beroperasi sejak Februari 2023. ***
Editor : Y. Raharyo