Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Buku ‘Bulan Sabit di Pulau Dewata’ Terbit, Mengungkap Sejarah Masuknya Islam di Bali, Berawal Bukan dari Perdagangan

Dian Suryantini • Selasa, 23 Juli 2024 | 05:29 WIB
Buku dengan judul Bulan Sabit di Pulau Dewata yang dirilis oleh Forum Pemerhati Sejarah Islam Kabupaten Buleleng
Buku dengan judul Bulan Sabit di Pulau Dewata yang dirilis oleh Forum Pemerhati Sejarah Islam Kabupaten Buleleng

BALIEXPRESS.ID - Di Bali memang terdapat kampung Islam yang tersebar hampir di semua kabupaten/ kota. Namun, di mana Islam bertama kali muncul di Pulau Dewata yang mayoritas beragama Hindu? 

Forum Pemerhati Sejarah Islam (FPSI) Buleleng merilis buku berjudul Bulan Sabit di Pulau Dewata. Buku ini membahas tentang sejarah masuknya agama Islam di Bali.

Buku setebal 135 halaman ini ditulis oleh sejarawan dari Universitas Udayana (Unud) Bali dan merupakan penelitian pertama yang mendalam mengenai topik tersebut.

Amoeng A Rachman, koordinator FPSI Buleleng, menekankan pentingnya buku ini untuk memahami kehadiran Islam di tengah masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu.

Buku ini diterbitkan oleh Indie Singaraja dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

“Hanya dalam waktu satu minggu, cetakan pertama sudah terjual habis,” lanjut Amoeng.

Buku ini juga dilengkapi dengan pengantar dari Prof. I Putu Gede Suwitha, Guru Besar Ilmu Sejarah Unud, yang memberikan gambaran mengenai sejarah masuknya Islam ke Bali.

Buku ini merupakan penyempurnaan dari laporan sejarah masuknya Islam yang pertama kali dicetak dalam bentuk stensil pada tahun 1980 dan dibuat dalam edisi terbatas.

Bahan yang dipublikasikan dalam buku ini adalah hasil dari beberapa kajian dan penelitian yang dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali bekerja sama dengan Pemda Bali pada tahun 1979/1980.

Dalam pengantarnya, Prof Suwitha menggambarkan masuknya Islam ke Bali melalui jalur 'politik tinggi' langsung menuju keraton (istana). Hal ini terjadi saat Bali masih diperintah oleh kekuasaan tunggal Kerajaan Gelgel yang secara sentral menguasai seluruh Bali setelah tahun 1350-1651.

Setelah periode Gelgel, mubaligh Islam mulai mengenalkan agama baru ini melalui jalur perdagangan.

Jalur perdagangan ini melibatkan pedagang dari Jawa, Bugis-Makassar, Melayu, Gujarat, Arab, dan Tionghoa.

Melalui jalur perdagangan inilah agama Islam semakin cepat berkembang di beberapa pusat perdagangan dan pelabuhan di Bali.

Buku Bulan Sabit di Pulau Dewata ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi studi sejarah Islam di Bali dan memperkaya wawasan masyarakat tentang dinamika hubungan antarumat beragama di masa lalu. ***

Editor : Y. Raharyo
#bali #buku #Bulan Sabit di Pulau Dewata #kampung gelgel #Islam di Bali #islam