Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Desa Sekaan Kintamani Berawal dari Mesekehan di Tengah Hutan, Ini 7 Tokoh Pentingnya

I Made Mertawan • Minggu, 28 Juli 2024 | 15:23 WIB
Desa Sekaan bagian dari wilayah Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.
Desa Sekaan bagian dari wilayah Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

BALIEXPRESS.ID- Di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali ada sebuah desa bernama Desa Sekaan.

Desa Sekaan memiliki sejarah panjang dan menarik untuk diulas.

Dahulu kala, wilayah Desa Sekaan sekarang hanyalah hutan belantara yang menjadi bagian dari Kerajaan Bangli di bawah pemerintahan Raja Ida Bathara Mampeh.

Dikutip dari website Desa Sekaan, perubahan besar terjadi pada tahun 1822 ketika Cokorda Anom Rambang, seorang pangeran dari Kerajaan Tegallalang Gianyar menghadap Raja Bangli.

Cokorda Anom Rambang yang merupakan putra Raja Tegalallang Cokorda I Dewa Agung Ketut Segara, tidak sendiri datang ke Bangli. Ia bersama 200 pengikutnya.

Setibanya di Bangli dan dengan izin Raja Bangli, Cokorda Anom Rambang beserta pengiringnya diperkenankan menempati Puri Tegallalang Kawan, sebuah puri di sebelah barat wantilan kerajaan.

Setelah tinggal di wilayah Kerajaan Bangli, mereka mendirikan pesanggrahan yang dinamakan Tegal Suci.

Cokorda Anom Rambang juga ingin membangun tempat pemujaan.

Hubungan yang baik dengan Raja Bangli membuatnya tidak sulit mewujudkan keinginannya.

Raja Bangli kala itu memberikan tempat yang ditumbuhi kayu guli dengan posisi tanah tidak rata.

Di sana dibangun tempat pemujaan dengan nama Pura Gelinggang yang letaknya di wilayah Kubu sekarang.

Singkat cerita, rombongan Cokorda Anom Rambang mengalami kesulitan setelah 14 tahun berada di wilayah kekuasaan Kerajaan Bangli, di mana 7 orang pengikutnya belum mendapatkan tempat tinggal.

Ketujuh pengikut itu adalah Jro Mangku Mekel, Bayan Sindem, Kaki Mijil, Nang Mundek, Nang Ayat, I Latok dan I Kerebak.

Atas izin Raja Bangli, ketujuh orang tersebut kemudian mencari tempat baru untuk bermukim ke arah utara Kulonan.

Cokorda Anom Rambang bersama ketujuh pengikutnya berangkat menuju tempat sesuai izin raja.

Setelah perjalan cukup jauh, mereka memutuskan istirahat yang dalam istilah Bali disebut mesekehan atau mengaso.  Lama-kelamaan tempat istirahat tersebut bernama Desa Sekaan. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #Kintamani #bangli #sejarah #Desa Sekaan