Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Meski Beragama Hindu, Wayan Natha Daeng Nai Didaulat Jadi Ketua Pembangunan Masjid di Sulsel: Begini Kisahnya

Nyoman Suarna • Senin, 29 Juli 2024 | 03:18 WIB
PEMBANGUNAN MASJID: Wayan Natha Daeng Nai didaulat menjadi ketua pembangunan masjid di Sulawesi Selatan, meski warga tahu dia beragama Hindu.
PEMBANGUNAN MASJID: Wayan Natha Daeng Nai didaulat menjadi ketua pembangunan masjid di Sulawesi Selatan, meski warga tahu dia beragama Hindu.

BALIEXPRESS.ID - Wayan Natha Daeng Nai,  seorang guru olahraga di SMPN 3 Mangara Bombang, Sulawesi Selatan (Sulsel) didaulat menjadi ketua pembangunan masjid.

Pria Kelahiran Dusun Piling, Desa Mengesta, Tabanan, Bali yang beragama Hindu ini diberi kepercayaan untuk mengemban tugas tersebut oleh  para guru komite dan kepala sekolah.

Hal ini karena Wayan dikenal sebagai sosok yang memiliki toleransi luar biasa. Ini tercermin dari sikapnya menerima tugas tersebut.

Bagi Wayan, hal tersebut merupakan sesuatu yang sudah biasa dilakukannya sejak masih kecil.

Sejak kecil Wayan sudah dididik menjadi pribadi yang berjiwa toleransi. Apalagi waktu hidup di Dusun Piling, Tabanan, Bali, warganya sangat plural.

“Di kampung saya ada gereja Kristen, gereja Katolik dan warga Muslim. Kemudian ketika SMA, sekolahnya di  Widyapura Denpasar yang notabena sekolah agama Kristen,” akunya.

Tidak hanya Wayan, anaknya juga dididik untuk memiliki toleransi seperti pepatah “Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung”.

“Atas dasar itu, saat anak saya wisuda sarjana kedokteran di UMi Makassar, dia tidak nolak pakai jilbab, meski beragama Hindu. Bahkan sempat viral,” tuturnya.

Wayan yang juga seorang tokoh tinju Sulsel, terkenal karena kemampuannya menggerakkan orang-orang di sekitarnya, baik guru, orang tua siswa, maupun pejabat dan pengusaha.

Pembangunan masjid dimulai dengan Wayan menyumbang kayu bambu dan dana untuk memotivasi para guru dan orang tua siswa ikut berdonasi.

Wayan yang telah menetap di Takalar selama 40 tahun, satu-satunya orang Bali (Hindu) di sana, selalu mampu membaur dengan warga Takalar yang 99 persen muslim.

Bahkan, ia sempat diberi gelar Daeng Nai oleh keluarga Karaeng Polongbangkeng karena dinilai ikut memajukan Takalar melalui olahraga seni adat budaya.

Salah seorang guru berkata, "Masa orang non-muslim mau membangunkan masjid, malu dong kita orang muslim."

Hal ini memotivasi para guru dan orang tua siswa untuk bergerak menyumbang.

Wayan juga mendatangi para pengusaha, legislatif, dan Kapolres untuk mencari donatur, dan banyak yang tergerak melihat seorang non-muslim yang membangun masjid, sehingga semangat untuk menyumbang semakin besar.

Sementara Kepala SMPN 3 Mangarabombang Irwanto Pradini, S.Pd. sangat berterima kasih pada Wayan yang telah memprakarsai pembangunan.

Dimana sebelumnya hanya SMPN 3 Marbo yang belum memiliki masjid, tetapi sekarang sudah digunakan untuk shalat siswa siswi.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #wayan #pembangunan #daeng #hindu #masjid #Ketua #sulsel