BALIEXPRESS.ID - Sejumlah kelompok warga yang mengaku asal Desa Tianyar, Kubu, melakukan aksi demo terhadap PT. pasir Toya Anyar Kubu Karangasem, pada Rabu (14/8).
Namun kenyataannya, kebanyakan dari mereka tidak berasal dari wilayah tersebut.
Hal tersebut dibenarkan oleh Bendesa Adat Tianyar I Gede Suarma, ketika dikonfirmasi Bali Express (Jawa Pos Group), Rabu (14/8).
Kata dia, pihak desa adat yang mendapat tembusan dari surat itu pun melakukan pemantauan di lapangan.
Hasilnya, didapati dari ratusan orang tersebut, kebanyakan dari luar Desa Adat Tianyar.
Baca Juga: Torehkan Kinerja Impresif Sepanjang 2023, BSI Raih Penghargaan Prominent Award 2024
Suarma pun mengaku sempat berdialog dengan koordinator aksi tersebut. Namun ia tidak bisa menghalangi kegiatan itu.
"Yang jelas kami tidak ada mengarahkan untuk melakukan aksi itu," jelasnya.
Dalam aksi itu, ada dua perihal yang disampaikan oleh massa yang hadir. Salah satunya misalnya pengurugan jalan.
Baca Juga: Mundur dari MS Glow; Maharani Kemala Kenalkan Brand Kecantikan Terbaru ‘Sadewi Essential’
Namun, Suarma bercerita, sejak dulu di sana memang tidak terdapat akses jalan.
"Yang membuat akses jalan itu adalah perusahaan, untuk melengkapi izin," tandasnya.
Kemudian kini dengan semakin pesatnya perusahaan tersebut berkembang, jalan tersebut pun ditutup karena kepentingan. Ia pun memaklumi hal tersebut.
Baca Juga: Warganet Geram! Pengemudi Wanita Terlibat Cekcok dengan Warga di Karangasem, Plat Kendaraan Disorot
"Lagi pula masyarakat jarang melintas di sana, karena jalan menuju kuburan itu beda. Kalau ada yang hobi mancing kemungkinan lewat sana," paparnya. (dir)
Editor : Wiwin Meliana