Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Desa Pemuteran Dikenal Dunia karena Konservasi Terumbu Karang, Begini Sejarahnya

I Putu Mardika • Selasa, 20 Agustus 2024 | 23:53 WIB

Landscape Pantai Pemuteran yang memiliki keindahan panorama bawah laut yang menakjubkan
Landscape Pantai Pemuteran yang memiliki keindahan panorama bawah laut yang menakjubkan
BALIEXPRESS.ID-Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan peralihan ekonomi dari sektor perikanan ke pariwisata dan konservasi lingkungan.

Pemuteran, sebuah desa kecil di Kecamatan Gerokgak, Buleleng, telah berkembang menjadi salah satu tujuan wisata yang menonjol di Bali utara, terutama dalam bidang ekowisata dan konservasi lingkungan.

Desa ini awalnya merupakan desa nelayan yang tenang, tetapi mulai dikenal pada akhir abad ke-20 berkat upaya masyarakat lokal yang fokus pada pelestarian terumbu karang dan pengembangan ekowisata berbasis komunitas.

Pemuteran terkenal karena proyek restorasi terumbu karangnya, yang merupakan salah satu proyek terbesar di dunia menggunakan metode Biorock.

Proyek ini tidak hanya membantu memulihkan ekosistem laut, tetapi juga menarik perhatian wisatawan dan penyelam dari seluruh dunia.

Selain itu, desa ini juga menawarkan pemandangan bawah laut yang menakjubkan, seperti Taman Pura Bawah Laut dan berbagai lokasi penyelaman lainnya.

Awalnya, Pemuteran adalah desa nelayan yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup pada hasil laut.

Namun, perubahan mulai terjadi ketika penduduk desa dan beberapa tokoh lokal menyadari pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan potensi pariwisata secara berkelanjutan.

Salah satu tokoh yang berperan penting dalam perubahan ini adalah I Gusti Agung Prana, yang memulai proyek konservasi terumbu karang di desa tersebut.

Pada tahun 1990-an, terumbu karang di sekitar Pemuteran rusak parah akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan bom ikan.

Baca Juga: Sejarah dan Asal Usul Nama Desa Mas, Pusat Pemahat Kayu di Bali yang Telah Mendunia Sejak 1930-an: Ada Kaitannya dengan Kisah Maharsi Agastya

Melalui proyek konservasi yang menggunakan teknologi Biorock, terumbu karang di kawasan ini berhasil dipulihkan. Proyek ini kemudian menarik perhatian internasional dan menjadikan Pemuteran sebagai destinasi ekowisata yang terkenal.

Seiring dengan keberhasilan konservasi, pariwisata di Pemuteran berkembang pesat. Meskipun demikian, desa ini tetap berpegang pada prinsip ekowisata, dengan banyak penginapan dan usaha lokal yang mendukung praktik ramah lingkungan.

Keindahan bawah laut Pemuteran, termasuk Taman Pura Bawah Laut dan berbagai situs penyelaman lainnya, kini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mengunjungi desa ini.

Salah satu proyek yang paling terkenal adalah Pemuteran Karang Lestari Coral Conservation, yang diakui sebagai salah satu proyek restorasi terumbu karang terbesar di dunia.

Proyek ini menggunakan metode Biorock untuk mempercepat pertumbuhan karang, yang secara signifikan meningkatkan densitas ikan karang dan keanekaragaman hayati di kawasan ini.

Selain itu, di Pemuteran terdapat Taman Laut Pura Bawah Air, yang menjadi daya tarik internasional sejak ditemukan pada tahun 2010.

Baca Juga: Asal Usul Nama Desa Lebih: Sejarah Singkat Desa di Kabupaten Gianyar, Bali, Sering Jadi Tempat Berlabuh Pati Gajah Mada

Taman ini sebenarnya dibangun pada tahun 2005 sebagai bagian dari upaya konservasi, dan kini menjadi habitat yang subur bagi berbagai jenis karang dan ikan.

Keberhasilan proyek konservasi di Pemuteran tidak hanya memberikan manfaat ekologis tetapi juga menjadi daya tarik wisata utama, mendukung ekowisata dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat.

Penghargaan internasional yang diterima atas proyek-proyek ini menunjukkan komitmen kuat Pemuteran dalam menjaga lingkungan lautnya, sekaligus mengedukasi dan melibatkan komunitas lokal dalam upaya konservasi (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#nelayan #konservasi #gerokgak #terumbu karang #ekowisata #biorock #Pemuteran #buleleng