BALIEXPRESS.ID-Warganet menyayangkan aksi guru SMP di Bali yang diduga membuat konten dengan mengeksploitasi siswinya.
Dalam unggahan di akun Twiter (X) @nad3tte, membagikan captur akun Instagram @nangkela yang berisi konten-konten dengan melibatkan siswi SMP di Bali.
Baca Juga: Program Zero Waste to Landfill BRI, Aksi Nyata BRI Menuju Zero Emission 2050
Konten tersebut menampilkan video dan foto siswi berpakaian seragam ketat dengan pose sensual yang tidak pantas.
Guru yang diduga terlibat dalam kasus ini diketahui sering membuat konten dengan sejumlah siswi SMPN 2 Kerambitan sebagai model.
"MARAH BGTT ANJIRRR lagi marak²nya kasus r*pe ni oknum GURU SMP malah bikin konten² yang objectify minors alias MURID²NYA SENDIRI," tulis pemilik akun X @nad3tte.
Postingan itu disertai dengan foto-foto dan video yang diunggah akun instagram @nangkela dan dianggap mencoreng nama baik seorang guru.
Pemilik akun yang memviralkan kasus tersebut pun mengungkap setelah ditelusuri, ia tidak bisa memastikan apakah oknum tersebut adalah benar-benar seorang guru atau hanya seorang guru tari di sebuah sanggar.
“Guys ralat dikit, gue abis jelajahin akunnya lebih dalam, gue gabisa bener-bener mastiin dia guru SMP atau Cuma sekedar guru les atau sanggar yang murid-muridnya kebanyakan anak SMP, but still it doesn’t change the fact dia objectifiy minors ya,” tulis akun @nad3tte.
Hingga Rabu pagi (21/8) postingan itu pun sudah ditayangkan oleh 2,5 juta pengguna.
Warganet di media sosial pun ramai-ramai mengecam tindakan oknum guru tersebut yang dinilai mencoreng dunia Pendidikan.
“Njir viral juga di tweet, ini sekolahku pas smp dlu,” tulis akun @emaisiee.
“Walaupun adeknya mau tapi ini tetap pelanggaran njir, masih dibawah umur, itu pasti jadi bahan seksual para pedofil njir ngeri,” tulis akun @Rocky_ackerman.
“Banyak yang req murid saya, wooi lu pikir murid lo barang? Tolol banget njir,” tulis akun @leolanya.
“Serius seragam anak SMP seketat itu? Apa ngga ada aturan buat ketentuan seragamnya,” tulis akun @syame41.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra, menyatakan akan menghubungi Sekda Tabanan terkait hal ini.
Baca Juga: Formasi CPNS di Bangli Tahun Ini Sangat Sedikit, Kepala BKPSDM Beber Alasannya
Dewa Made Indra menegaskan bahwa ia akan segera menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan Tabanan untuk menyelidiki lebih lanjut kasus ini.
"Saya akan menelepon Sekda Tabanan, setidaknya untuk memerintahkan kepala dinas pendidikan segera mencari tahu bagaimana peristiwa ini terjadi," ujarnya.
Editor : Wiwin Meliana