Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Buleleng Luncurkan Gerakan Konsumsi Pangan Sehat Berbahan Sorgum di BDF 2024

Dian Suryantini • Kamis, 22 Agustus 2024 | 14:24 WIB

Disketapang Buleleng Luncurkan Gerakan Konsumsi Pangan Sehat Berbahan Sorgum di Buleleng Development Festival 2024
Disketapang Buleleng Luncurkan Gerakan Konsumsi Pangan Sehat Berbahan Sorgum di Buleleng Development Festival 2024

BALIEXPRESS.ID - Sebagai bagian dari rangkaian Buleleng Development Festival (BDF) 2024, Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Badan Pangan Nasional meluncurkan Gerakan Konsumsi Pangan Sehat dan Bergizi Berbahan Sorgum.

Acara ini menjadi sorotan penting dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, yang berlangsung di RTH Bung Karno.

Baca Juga: Diguncang Isu Selingkuh: Azizah Salsha, Istri Pemain Timnas Pratama Arhan, Laporkan Akun Penyebar Hoaks ke Polisi

Dengan tema "Buleleng Berbangga Untuk Nusantara," kegiatan ini menekankan pentingnya pola makan sehat berbasis pangan lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Buleleng, Gede Putra Aryana, mengatakan, gerakan ini menandai langkah penting dalam mempromosikan sorgum sebagai alternatif pangan yang sehat dan bergizi bagi masyarakat Buleleng, khususnya bagi anak-anak.

Pemerintah Kabupaten Buleleng telah aktif mempromosikan budidaya sorgum, khususnya di lahan-lahan marginal yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.

 Baca Juga: Membangun Toleransi dan Harmoni Jelang Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia

“Melalui program "Sekolah Sehati," Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan telah mengenalkan sorghum kepada siswa-siswi, menekankan manfaat nutrisi dari tanaman ini,” ungkapnya, Rabu (21/8).

Sorghum, yang kaya akan nutrisi penting dan pangan fungsional, diharapkan bisa menjadi pengganti beras, mendorong masyarakat untuk mengadopsi pola makan yang lebih sehat dan seimbang sesuai dengan prinsip B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman).

Acara ini juga mendapat dukungan dari Komunitas Sorghum Indonesia yang telah berperan besar dalam pengembangan dan promosi sorghum di Buleleng.

Baca Juga: Isu Gempa Megathrust, Satuan Polairud Polres Gianyar Gencarkan Patroli Pantai

Kerja sama dengan Badan Pangan Nasional memperkuat upaya pelaksanaan gerakan ini, yang menjadi simbol komitmen Buleleng terhadap masa depan pangan yang berkelanjutan.

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Notosusanto, menekankan pentingnya diversifikasi pangan melalui slogan "Kenyang Gak Harus Nasi."

Sorghum dan singkong bisa menjadi alternatif sehat yang tidak kalah bergizi dibandingkan nasi, dan bahkan lebih tahan terhadap perubahan iklim serta membutuhkan lebih sedikit air.

 Isi piring seharusnya terdiri dari sepertiga karbohidrat, sepertiga sayur, seperenam lauk, dan seperenam buah.

 Baca Juga: Mengungkap Keunikan Nama-nama 12 Desa di Jawa Timur: Dari Horor, Lucu, hingga Vulgar

“Pola makan yang beragam dan seimbang ini tidak hanya membantu menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga mendukung kecerdasan dan perkembangan otak,” kata Andriko.

Melalui gerakan ini, diharapkan masyarakat Buleleng, terutama generasi muda, lebih terbuka terhadap bahan pangan lokal yang sehat dan mendukung ketahanan pangan nasional, menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas untuk masa depan. (dhi)

 

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#sorgum #Buleleng Development Festival #Pangan Sehat