BALIEXPRESS.ID - Desa Talibeng, Kecamatan Sidemen menjadi salah satu desa di Kabupaten Karangasem.
Desa ini diperkirakan sudah berdiri tahun 1940, di mana saat itu Indonesia belum merdeka.
Dikutip dari web desa, Desa Talibeng memiliki sejarah menarik yang dimulai dari sebuah upacara adat.
Awal mula berdirinya desa ini terkait erat dengan upacara piodalan di Pura Goa Lawah, Klungkung.
Seperti biasa dalam perayaan tersebut, pemujaan dilengkapi dengan aci yang mengadakan sabung ayam.
Suatu hari, dalam acara sabung ayam, seekor ayam putih yang dalam bahasa Bali dikenal sebagai "Se'" berlari ke arah goa.
Para bebotoh yang ada saat kegiatan sabung ayam tersebut mengejar ayam putih tersebut hingga ke dalam perut goa.
Mereka terus mengikuti ayam hingga mencapai ujung goa di sebuah kawasan yang kini dikenal sebagai Banjar Dukuh.
Namun, sesampainya di sana, mereka mendapati ayam tersebut sudah dimasak oleh masyarakat setempat.
Merasa kecewa, bebotoh tersebut menyebutkan "Selebeng," yang artinya ayam putih sudah matang.
Dari peristiwa ini, istilah "Selebeng" kemudian mengalami perubahan bahasa menjadi "Talibeng," yang menjadi nama pedukuhan tersebut.
Sebelum pemekaran wilayah pada tahun 2002, desa ini terdiri dari 21 banjar dinas.
Setelah pemekaran, wilayah tersebut terbagi menjadi empat desa, yakni Talibeng, Tri Eka Buana, Lokasari, dan Kerta Buana.
Saat ini Desa Talibeng memiliki delapan Banjar Dinas, yaitu Banjar Dinas Wanasari, Banjar Dinas Wangsian, Banjar Dinas Dukuh, Banjar Dinas Sari, Banjar Dinas Talibeng, Banjar Dinas Delodyeh Kawan, Banjar Dinas Delodyeh Kangin, dan Banjar Dinas Celetiga.
Editor : Nyoman Suarna