BALIEXPRESS.ID– Meski kasus Cacar Monyet sudah ditemukan di Indonesia, namun kasus yang sama belum ditemukan di Kabupaten Tabanan.
Sehingga aktivitas wisata maupun penyelenggaraan event masih tetap berjalan normal di Kabupaten Tabanan.
Seperti halnya di Tanah Lot, selain tetap menyelenggarakan festival seperti biasa, aktivitas wisata di DTW Tanah Lot juga tetap berjalan dengan normal.
Baca Juga: Tantang PDIP, Suyadinata Resmi Miliki Rekomendasi Golkar dan Gerindra
Manager DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengakui sampai saat ini pihaknya belum menerapkan langkah khusus.
"Sampai saat ini, kaki belum menerapkan protokol khusus terhadap wisatawan yang datang. Selain belum ada imbauan khusus dari dinas terkait, juga belum ada laporan temuan kasus," jelasnya Senin (26/8).
Meski demikian, Sudiana mengaku pihaknya masih tetap melakukan upaya antisipasi, salah satunya dengan menerapkan protap yang sama seperti menangani COVID-19.
Baca Juga: Inflasi Buleleng Stabil di 0,52% Hingga Juli 2024: Beras Jadi Penyumbang Utama
Satu protap yang masih diterapkan adalah budaya cuci tangan. Fasilitas cuci tangan yang disiapkan saat COVID-19 di area Tanah Lot masih aktif hingga sekarang.
Senada dengan Sudiana, Manajer Daya Tarik Wisata (DTW) Ulundanu Beratan I Wayan Mustika, juga menyatakan hal yang sama.
Menurutnya aktivitas wisata di DTW Ulundanu masih berjalan normal dan DTW Ulundanu tetap menerima kunjungan wisatawan asing maupun wisatawan domestik.
Baca Juga: De Gadjah Beber Alasan Pilih Agus Suradnyana sebagai Calon Wakil Gubernur di Pilgub Bali 2024
"Sebagai upaya antisipasi, kami tetap menerapkan protokol yang sama dengan covid, salah satunya adalah menyediakan fasilitas cuci tangan di areal DTW dan pihak manajemen selalu melakukan pemantauan setiap hari terhadap fasilitas ini," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr Ida Bagus Surya Wira Andi, juga menyatakan yang sama.
Namun untuk upaya pencegahan penyebaran virus, Dinas Kesehatan Tabanan telah melaksanakan penguatan kewaspadaan di fasilitas layanan kesehatan dan puskesmas yang ada di Tabanan.
"Peningkatan kewaspadaan ini dengan melakukan pertemuan tentang penyakit emerging, termasuk Cacar Monyet melalui sistem kewaspadaan dini, dan respon, serta melaksanakan surveilance aktif maupun pasif," jelasnya melalui saluran teleponnya Senin (26/8).
Baca Juga: Pendaftaran Paslon Bupati Badung Dimulai: PDIP dan Golkar Akan Mendaftar di Hari Terakhir
Selain itu, dr. Surya Andi, juga mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan tubuh dan kesehatan. Sebab Cacar Monyet ini menular melalui kontak langsung dengan penderita.
Apabila sakit, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan (faskes).
"Adapun gejala sakit yang patut diwaspadai, terutama bagi pelaku perjalanan, adalah demam tinggi yang mendadak, pembesaran kelenjar getah bening, dan ruam kulit dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu setelah kepulangan dari daerah atau negara yang mencatat adanya kasus Cacar Monyet," tambahnya. (gek)
Editor : Wiwin Meliana