BALIEXPRESS.ID- Seorang bocah berusia 8 tahun di Kabupaten Buleleng, Bali meninggal diduga akibat terjangkit demam berdarah dengue (DBD).
Bocah kelas 2 SD itu bernama Kadek Partha Dwipayana dari Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Ia meninggal pada Minggu (8/9/2024) pukul 14.43 Wita di RSUD Buleleng setelah mengalami gejala demam selama beberapa hari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng dr. Putu Arya Nugraha menjelaskan bahwa Kadek awalnya dibawa ke RSUD Tangguwisia pada Sabtu (7/9/2024).
Bocah tersebut dibawa ke sana setelah mengalami demam selama 10 hari.
Dokter mendiagnosisnya dengan Dengue Shock Syndrome (DSS) dan Ensefalopati Dengue.
Ia pun dirujuk ke RSUD Buleleng pada malam yang sama untuk penanganan lebih lanjut.
Meski sempat diberikan tindakan medis, termasuk pemasangan ventilator dan inkubasi, kondisi pasien terus memburuk dan meninggal dunia.
Pasca-meninggalnya pasien itu, tim dari Dinkes Buleleng dan RSUD Buleleng melakukan penyelidikan epidemiologi terkait DBD di Desa Dencarik, khususnya di lingkungan tempat tinggal pasien.
Hasil pemantauan jentik nyamuk di lingkungan rumahnya menunjukkan hasil negatif, dan tidak ditemukan penderita demam lainnya di desa tersebut.
“Ini termasuk terlambat datang ke rumah sakit atau terlambat penanganan, karena panasnya sudah hari ke-10," kata Arya Nugraha.
"Tapi penyebabnya tidak bisa single faktor, tapi multifaktor, karena sudah diberikan penanganan, tetapi meninggal juga,” jelasnya pria yang juga Direktur RSUD Buleleng melalui sambungan telepon pada Selasa (10/9/2024). (*)
Editor : I Made Mertawan