SINGARAJA, BALI EXPRESS – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI berinovasi dengan membuka rute perjalanan baru dari Banyuwang menuju Lovina menggunakan fast boat. Perjalanan laut yang hanya memakan waktu sekitar dua jam ini diproyeksikan menjadi pilihan alternatif menarik bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi wilayah Bali Utara. Uji coba rute pun telah dilakukan langsung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, Sabtu (21/9) siang. Ia berangkat dari Banyuwangi menyeberang kapal sampai Pelabuhan Gilimanuk. Dari Pelabuhan ia menaiki fast boat menuju titik persinggahan di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.
Dalam perjalanan menggunakan fast boat, para wisatawan akan disuguhi pemandangan laut yang memukau, meliputi hamparan biru lautan hingga perbukitan di kejauhan yang membuat pengalaman semakin menyenangkan.
Menparekraf, Sandiaga Uno mengatakan, peluncuran rute baru ini tidak hanya diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan, tetapi juga menjadi pemacu ekonomi di kawasan Bali Utara. Dalam dua hingga tiga tahun pertama, penyelenggara menargetkan 500-700 wisatawan per tahun, atau sekitar 5-10 persen dari total wisatawan yang biasanya lebih banyak berkunjung ke Bali Selatan.
“Jika ada 7 juta wisatawan yang sampai di Bali Selatan, setidaknya 500-700 wisatawan dapat ditarik menuju Bali Utara dengan rute baru ini,” kata dia.
Dengan strategi pemasaran yang menyasar wisatawan domestik dan mancanegara, rute fast boat ini diharapkan dapat menghidupkan kembali potensi pariwisata Bali Utara yang selama ini belum begitu tereksplorasi, sekaligus mengurangi konsentrasi wisata di Bali Selatan. “Paket ini sudah mulai dijual,” imbuhnya.
Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, pemerintah juga telah merencanakan pengembangan infrastruktur di kawasan Lovina maupun di Desa Pemuteran untuk mendukung rute baru ini. Pengembangan fasilitas dermaga, penginapan, restoran, serta spot-spot wisata seperti pantai, taman laut, dan pusat oleh-oleh akan turut digalakkan guna meningkatkan kenyamanan dan daya tarik bagi para pengunjung.
“Tentu nanti akan dipikirkan ke arah itu. Seiring waktu semuanya akan berbenah jika rute ini berjalan signifikan,” tambahnya.
Rute ini juga memberikan harapan bagi para pelaku usaha di Lovina, yang melihat peluang ini sebagai momentum kebangkitan sektor pariwisata pasca pandemi. Lovina, yang selama ini dikenal dengan atraksi lumba-lumba di pagi hari, kini memiliki potensi untuk menawarkan lebih banyak aktivitas wisata bagi turis, terutama dengan akses cepat dari Gilimanuk.
“Dengan dibukanya rute fast boat Gilimanuk-Lovina, para wisatawan kini memiliki opsi transportasi laut yang lebih cepat dan efisien untuk menikmati keindahan Bali, baik di bagian Selatan maupun Utara,” ungkapnya. (dhi)
Editor : Dian Suryantini