BALIEXPRESS.ID - Gerombolan oknum pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) berkumpul dan hendak melakukan bentrok di Sanur, Denpasar Selatan, pada Minggu (22/9) malam.
Rencana bentrok ini telah mengusik ketenangan dan kenyamanan warga Sanur. Apalagi, ada salah satu pemuda NTT dari gerombolan tersebut yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam).
Sehingga, kejadian itu berpotensi menjadi tragedi berdarah jika tidak dicegah. Alhasil warga Sanur bersama aparat Polsek Denpasar Selatan berusaha mengamankan rencana bentrok tersebut.
Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menerangkan, 14 orang dapat diamankan.
Salah satunya adalah pemuda bernama Alfonsus Seingo, 22, yang membawa sajam jenis golok.
"Belasan orang ini dibawa ke Mapolsek Denpasar Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut," tandasnya, Senin (23/9).
Setelah melewati proses pemeriksaan, polisi memutuskan untuk memulangkan 13 orang lainnya.
Sementara, hanya Alfonsus yang tetap diamankan di kantor polisi untuk menjalani proses hukum.
Sukadi menjelaskan, alasan aparat tidak memproses hukum 13 pemuda NTT lainnya adalah karena mereka tidak jadi terlibat keributan.
"Dipulangkan karena belum terjadi keributan," ujarnya. Sedangkan untuk Alfonsus, dia diproses karena membawa sajam tersebut.
Perbuatannya sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam.
Ancaman hukuman pasal tersebut mencapai 10 tahun penjara.
Diberitakan sebelumnya, kejadian ini bermula ketika sedang berada di Pantai Sanur pada Minggu (22/9), sekitar pukul 16.00 WITA.
Saat hendak bermain bole ke Renon, temannya menelepon.
Dia dimintai tolong agar datang ke kos temannya, sebab sedang diserang oleh kelompok lain.
Maka dari itu, Alfonsus segera menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Sekuta, depan SD Negeri 10 Sanur, Denpasar Selatan.
Pemuda itu membawa sajam jenis golok yang diselipkan di pinggangnya.
Sekitar pukul 19.00 WITA, dia sudah berkumpul untuk bertikai bersama belasan orang lainnya.
Akan tetapi, warta sekitar bereaksi dan mengamankan mereka. Mereka juga dilaporkan ke polisi. (*)
Editor : I Gede Paramasutha