BALIEXPRESS.ID — Warga Negara Asing (WNA) asal Ukraina kembali menjadi sorotan. Pasalnya, salah seorang WNA Ukraina ini terlibat dalam produksi konten pornografi di Ubud, Gianyar, Bali.
Hal inipun menarik perhatian publik setelah sebelumnya ada kasus WNA Rusia yang melakukan prostitusi.
Sekda Bali, Dewa Made Indra, menanggapi bahwa tindakan WNA Ukraina tersebut merupakan dampak dari pariwisata, mengingat Bali adalah daerah terbuka yang dapat diakses oleh siapa saja.
Baca Juga: Pj. Gubernur Bali Mahendra Jaya Kukuhkan Pjs Bupati Bangli, Bupati Jembrana, dan Wali Kota Denpasar
Dewa Indra menambahkan, sudah semestinya dilakukan evaluasi visa kunjungan dan juga paspor.
Hal ini melihat maraknya pelanggaran yang dilakukan WNA selama di Bali. Saran untuk melakukan evaluasi telah disampaikan di berbagai rapat dengan pemerintah pusat.
“Imigrasi pasti punya evaluasi, artinya dengan peristiwa ini maka akan menjadi hati-hati semakin selektif, harus dicek dulu. Kami kan dengan beberapa kejadian ini kita sudah menyampaikan usulan dalam rapat-rapat tentang pariwisata dengan Pak Menko Marves, Menteri pariwisata, kami selalu usulkan agar verifikasi penelitian terhadap paspor dan visa atau visa kunjungan lebih ketat untuk mencegah ini,” katanya, Selasa (24/9).
Baca Juga: Terungkap! Gung Balang dan Istri Tak Keluar Kamar Seharian, Ini yang Bikin Keluarga Kian Curiga
Menurutnya, imigrasi berwenang untuk melakukan seleksi di pintu gerbang pertama.
Terlebih Bali adalah destinasi wisata internasional, berbagai orang masuk ke Bali untuk banyak kepentingan.
Tidak hanya berwisata, tapi juga berbisnis.
Baca Juga: Sempat Gabeng, Akhirnya Festival Nusa Penida 2024 Dipastikan Bakal Digelar Bulan Depan
“Makanya saya katakan ekses, ini adalah ekses yang tidak bisa dihindari sebagai daerah pariwisata, itu akan terjadi yang terpenting adalah bagaimana kita melakukan upaya pencegahan kemudian mengambil tindakan tegas, sehingga tidak terjadi lagi berikutnya,” tuturnya.
Dewa Indra menegaskan, risiko daerah kita sebagai daerah pariwisata, karena setiap dari daerah pariwisata sangat terbuka dan orang melihat Bali ini sebagai lapangan kerja yang terbuka luas.
Hal ini, dikatakannya, membawa sisi positif dan negatif.
Sisi positif mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sisi negatif, yaitu ada hal-hal yang mengotori pariwisata.(***)
Editor : Rika Riyanti