BALIEXPRESS.ID – Tampuk kepemimpinan di Kepolisian Daerah Bali kembali berubah. Setelah kapolda diganti, giliran wakapolda juga digeser.
Irjen Pol Daniel Adityajaya, baru dilantik sebagai Kapolda Bali menggantikan Irjen Pol IB Kade Putra Narendra pada akhir Juli 2024.
Sedangkan Brigjen Pol Komang Sandi Arsana, Wakapolda Bali yang baru ditunjuk pada 20 September 2024 menggantikan Brigjen Pol I Gusti Kade Budhi Harryarsana.
Kekayaan Irjen Pol Daniel Adityajaya
Sejak bergabung dengan kepolisian pada tahun 1991, Irjen Pol Daniel Adityajaya, 55 tahun, telah meniti karier yang gemilang, termasuk menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Utara sebelum dipindahkan ke Bali.
Pada tahun 2020, ketika menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan Kementerian ATR/BPN, kekayaan Daniel Adityajaya tercatat sebesar Rp 2,87 miliar.
Namun, dalam waktu tiga tahun, kekayaannya melonjak lebih dari dua kali lipat.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya pada 6 Maret 2024, total kekayaannya per 31 Desember 2023 mencapai Rp 6,16 miliar. Aset terbesar yang dimilikinya adalah tanah dan bangunan yang bernilai hampir Rp 5 miliar.
Berikut rincian kekayaan Daniel Adityajaya:
Tanah dan Bangunan:
- Tanah di Temanggung, seluas 300 m², senilai Rp 255 juta.
- Tanah di Semarang, seluas 600 m², senilai Rp 410 juta.
- Tanah dan bangunan di Semarang, seluas 509 m²/300 m², senilai Rp 1 miliar.
- Tanah di Kota Baubau, seluas 10.000 m², senilai Rp 305 juta.
- Tanah dan bangunan di Semarang, seluas 927 m²/400 m², senilai Rp 3 miliar (hibah dengan akta).
Alat Transportasi:
Mobil Honda HR-V tahun 2015 senilai Rp 145 juta.
Harta Bergerak Lainnya: Rp 108,1 juta.
Kas dan Setara Kas: Rp 929,55 juta.
Dengan total kekayaan senilai Rp 6.163.650.800, Daniel Adityajaya saat ini tidak memiliki utang.
Kekayaan Brigjen Pol Komang Sandi Arsana
Berbeda dengan Daniel Adityajaya, Brigjen Pol Komang Sandi Arsana, yang baru ditunjuk sebagai Wakapolda Bali, memiliki kekayaan yang lebih rendah.
Data terakhir yang tersedia adalah laporan tahun 2017, ketika ia menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi. Pada saat itu, total kekayaannya tercatat sebesar Rp 890,95 juta.
Meskipun Komang Sandi Arsana pernah menjabat di sejumlah posisi penting di Bali, seperti Kapolres Jembrana, Kapolres Gianyar, dan Wadirreskrimum Polda Bali, ia tidak memiliki aset tanah atau bangunan di Bali.
Semua aset tanah dan bangunannya terletak di Kota Mataram, Lombok.
Berikut rincian kekayaan Komang Sandi Arsana pada tahun 2017:
Tanah dan Bangunan:
- Tanah dan bangunan seluas 136 m² di Mataram senilai Rp 150 juta.
- Tanah dan bangunan seluas 300 m² di Mataram senilai Rp 225 juta.
- Tanah dan bangunan seluas 395 m² di Mataram senilai Rp 200 juta.
Alat Transportasi:
- Mobil Toyota FJ 40 Hardtop tahun 2016 senilai Rp 80 juta.
- Mobil Honda HR-V tahun 2016 senilai Rp 200 juta.
Harta Bergerak Lainnya: Rp 5,55 juta.
Kas dan Setara Kas: Rp 30,4 juta.
Dengan total kekayaan Rp 890.956.362 pada 2017, Komang Sandi Arsana tidak memiliki utang yang terlapor.
Sebelumnya, pada tahun 2013, saat menjabat sebagai Kapolres Gianyar, total kekayaannya tercatat hanya Rp 381,05 juta, yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam empat tahun.
Perbandingan Kekayaan
Jika dibandingkan, Irjen Pol Daniel Adityajaya jelas memiliki kekayaan yang jauh lebih besar daripada Brigjen Pol Komang Sandi Arsana.
Dengan total aset lebih dari Rp 6,16 miliar pada tahun 2023, Daniel memiliki kekayaan hampir tujuh kali lipat lebih besar dibandingkan Komang yang melaporkan kekayaannya sebesar Rp 890 juta pada tahun 2017.
Kekayaan Daniel Adityajaya banyak berasal dari aset properti di berbagai lokasi, sementara Komang Sandi Arsana lebih banyak memiliki aset di Lombok.
Kendaraan pribadi mereka serupa, namun nilai total kekayaan Komang jauh lebih rendah. Hingga saat ini, belum ada laporan terbaru mengenai kekayaan Komang Sandi Arsana setelah ia diangkat sebagai Wakapolda Bali pada 2024. ***
Editor : Y. Raharyo