Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ribuan Umat Hindu Bali Padati Pura Agung Jagatnatha, Denpasar dalam Perayaan Galungan: Momentum Spiritual di Tengah Tahun Politik

I Putu Suyatra • Kamis, 26 September 2024 | 04:24 WIB
Pemedek atau umat yang merayakan Hari Raya Galungan (kemenangan atas adharma/keburukan) mengikuti persembahyangan di Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Bali, Rabu (25/9/2024).
Pemedek atau umat yang merayakan Hari Raya Galungan (kemenangan atas adharma/keburukan) mengikuti persembahyangan di Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Bali, Rabu (25/9/2024).

BALIEXPRESS.ID – Ribuan umat Hindu Bali memadati Pura Agung Jagatnatha di jantung Kota Denpasar pada Rabu (25/9), merayakan Hari Raya Galungan, yang menandai kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan).

Suasana penuh khidmat terlihat sejak pagi hingga siang hari, di mana umat dari berbagai penjuru datang untuk bersembahyang di pura yang telah dihiasi penjor, tedung, serta ornamen sakral berwarna kuning dan putih, melambangkan kebaikan dan keburukan.

Antrean Panjang dan Puncak Kedatangan Pemedek

Pemangku Jan Banggul Pura Agung Jagatnatha, Ida Bagus Saskara, memperkirakan puncak kedatangan umat akan terjadi pada siang hari.

"Sejak pagi sekitar pukul 07.00 WITA, umat sudah berdatangan untuk persembahyangan, dan jumlahnya diperkirakan terus meningkat hingga siang," ungkapnya.

Menurut Saskara, jumlah umat yang hadir pagi tadi mencapai lebih dari 500 orang, sementara pada sore hari, diprediksi akan melebihi 1.000 orang.

Karena kapasitas pura yang terbatas, persembahyangan dibagi menjadi tiga sesi, mulai pukul 09.00 hingga malam pukul 22.00 WITA.

Setiap sesi dipandu oleh beberapa pemangku, sementara 12 pecalang bertugas menjaga ketertiban di pintu masuk, mengatur alur keluar masuk umat yang beribadah.

Perayaan Galungan, Momentum Kedamaian di Tengah Pilkada

Perayaan Galungan di Pura Agung Jagatnatha ini bukan hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga momentum untuk introspeksi diri dan menjaga persatuan di tengah suasana politik Pilkada Bali.

"Galungan kali ini menjadi momen yang tepat bagi seluruh calon pemimpin untuk bersembahyang bersama, agar bisa lebih dekat dengan masyarakat," ujar Saskara.

Ia berharap perayaan ini membawa kedamaian dan ketentraman, terutama di tahun politik.

Pengalaman Spiritual yang Berkesan bagi Umat

Bagi umat yang hadir, bersembahyang di Pura Agung Jagatnatha memberikan nuansa khusus.

Tata (29), seorang pemedek asal Mambal, Badung, mengungkapkan bahwa ia memilih pura ini untuk mendapatkan suasana spiritual yang berbeda pada Hari Raya Galungan.

"Semoga mendapatkan berkah, keselamatan, dan rejeki dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa," tuturnya.

Sementara itu, Wayan Sudra (39), warga Ubud yang lahir di Denpasar, memilih bersembahyang di Pura Agung Jagatnatha sebelum kembali ke kampung halamannya.

Ia berharap agar masyarakat dapat hidup tentram, terutama di tahun politik ini.

"Siapa pun pemimpinnya, yang terpenting adalah keamanan dan ketentraman bagi masyarakat," katanya. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #ubud #hari raya #hindu #denpasar #pura agung jagatnatha #sembahyang #galungan #badung