BALIEXPRESS.ID-Sebuah video yang memperlihatkan persembahyangan oleh sekelompok orang diduga di Pura Besakih, Bali menjadi sorotan publik.
Pasalnya dalam video tersebut memperlihatkan sekelompok orang yang menggunakan pakian adat Bali itu, justru ada beberapa orang yang tidak mengunakan pakaian adat Bali.
Baca Juga: Taman Pancing Kerap Jadi Lokasi Bentrokan, Arya Wedakarna Sentil Walikota Denpasar
Terlihat dalam video, rombongan yang didominasi oleh pria tersebut menggunakan pakaian adat sembahyang.
Namun tiga di antara rombongan itu, terlihat laki-laki memakai celana dan baju batik dan endek.
Diduga tiga laki-laki itu bukan agama Hindu.
Sontak saja video tersebut menjadi sorotan lantaran Pura Besakih menjadi Kawasan yang disucikan oleh Umat Hindu.
Sehingga siapa pun yang masuk ke area suci Pura Besakih, seharusnya menggunakan pakaian adat atau pun kain bagi yang bukan beragama Hindu.
Bahkan anggota DPD RI Bali, Arya Wedakarna pun menyoroti video viral tersebut.
Pihaknya pun menegaskan seharusnya jika pria tersebut bukan orang Bali seharusnya tetap memakai kain jika memasuki area Pura Besakih.
“Ini acara apa? Sepertinya di Pura Besakih nggih? Itu yang pakaian batik siapa? Krama ada Bali atau dauh/dangin tukad? Kenapa tidak pakai kain/senteng?” tulis AWK dikutip pada Kamis (26/09/2024).
Pihaknya pun menyebut jika seharusnya orang-orang yang berpakaian adat di sana menegur dan harus memberi teladan.
“Harusnya yang pakaian adat harus memberi teladan, kone dresta Bali, nike Pura terbesar di Nusantara lho, Presiden saja ke pura menghargai pakai baju adat,” ungkapnya.
Sontak saja, unggahan itu pun mendapat tanggapan beragam dari warganet di media sosial.
Ada warganet yang menduga acara tersebut merupakan acara yang berkaitan dengan politik.
“Tempat ibadah harusnya steril dari ranah politik tapi di lapangan fakta pembangunan tempat ibadah banyak menggunakan dana cuci, penggalian dana lewat judi dll, maka tidak heran bangunan megah taksu hilang,” komentar akun @madukeleasli.
“Bali sudah terlalu banyak diam dan tidak tegas, jadinya dicampahin,” tulis akun @agusyudiana_.
“Leme sing ngelah etika, kalau bukan kita yang menjaga siapa lagi,” tulis akun @panjikumaraa.
Editor : Wiwin Meliana