BALIEXPRESS.ID - Kematian salah satu pentolan Ormas Anak Agung Ketut Ngurah Setyawan alias Gung Balang, 38, dan istri Anak Agung Sri Agung, 38, pada Senin (23/9), masih menyisakan sejumlah misteri.
Terutama, mengenai permasalahan yang memicu kejadian ini belum terungkap. Terlebih lagi, kematian Gung Balang dan istri cukup janggal.
Ada luka tusuk di bagian dada kiri pentolan ormas tersebut, dan luka tusuk di leher bagian kanan istrinya. Di dekat mereka pun ditemukan sebilah pisau bergagang kayu.
Walau polisi menyebut ada dugaan ulah pati (bunuh diri), tetapi masih perlu pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikannya.
Anak dari Gung Balang berinisial AAKNS, 19, pun buka suara mengenai kematian ayah dan ibunya.
Dia mengungkapkan bahwa sang ayang yang dipanggil Ajik olehnya maupun sang ibu selama ini tidak ada permasalahan.
Bahkan, mereka sempat makan malam keluarga di rumah, Jalan Kebo Iwa Utara, Banjar Pagutan, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, pada Minggu (22/9).
"Perkelahian juga tidak ada, semua baik baik saja, sempat makan bareng di Minggu malam, kebetulan ada acara kecil-kecilan juga kami masak ayam, makan bersama," tuturnya, Kamis (26/9).
Namun saat acara keluarga itu, Gung Balang mengucapkan sesuatu menyangkut kematian. Dia ingin meninggal bersama dengan sang istri yang dicintainya.
"Ajik mengeluarkan kata mau meninggal bareng, (artinya) mengungkapkan cintanya sehidup semati, maksudnya meninggal bareng-bareng kalau memang beneran sayang," bebernya.
Anggota keluarga tidak menaruh curiga sedikitpun kala itu.Karena, mereka mengira ungkapan mati bersama itu sebatas candaan.
"Kami kan waktu itu suasananya bercanda lah, lagi gurau gurau, jadi tidak sangka kejadian begini," imbuhnya.
Setelah acara makan keluarga, Gung Balang dan Anak Agung Sri masuk ke kamar sambil mengunci pintu.
Tindakan itu adalah hal biasa yang mereka lakukan ketika berduaan atau yang disebut oleh AAKNS sebagai family time.
Baca Juga: Polisi: Gung Balang Tewas dengan Luka Tusuk di Dada Kiri, Sang Istri Terluka di Leher Kanan
Keesokan harinya, sekitar pukul 11.00 WITA, kedua orang tuanys belum juga bangun. AAKNS pun menggedor pintu kamar pasangan suami istri tersebut.
Meski tak ada respon, dia masih belum curiga. "Saya kira ajik dan ibu masih istirahat," tandasnya.
Remaja itu lanjut beraktivitas seperti biasa. Ketika pulang ke rumah sekitar pukul 18.00 WITA, Rasa curiga anak ini muncul.
Baca Juga: Terungkap! Gung Balang dan Istri Tak Keluar Kamar Seharian, Ini yang Bikin Keluarga Kian Curiga
Sebab, suasana rumah gelap dan lampu tudak dihidupkan.Sedangkan, kamar Gung Balang dan istrinya masih terkunci.
Maka, AAKNS berinisiatif memanggil keluarga besar. Lalu, mereka mencongkel pintu kamar yang terkunci dari dalam tersebut menggunakan linggis sekitar pukul 21.00 WITA.
Saat pintu terbuka, mereka kaget bukan kepalang. Terlihat, posisi kedua korban berpelukan bersimbah darah di bawah.
Tak jauh dari mereka, tepatnya di ujung kasur, ditemukan pisau bergagang kayu. Berikutnya, hal ini dilaporkan kepada Kelian Dinas dan diteruskan ke pihak kepolisian.
AAKNS lanjut mengatakan, tidak ada orang lain yang bertamu ke rumah mereka ataupun yang masuk ke kamar Gung Balang.
Kalau ada, pasti dia dan adiknya mengetahui hal tersebut. "Kalau ada (yang bertamu atau masuk), pasti kami tahu, adik saya pasti standby di sini 24 jam," ucapnya.
Sosok Gung Balang sendiri disebut tidak mempunyai musuh dan orangnya humble. Terbukti, teman temannya banyak datang ke rumah duka untuk melayat dan menyampaikan bela sungkawa.
AAKNS mengaku pihak keluarga sudah ikhlas dengan kepergian sang ayah dan ibu. Tidak ada permintaan autopsi.
Mereka sedang menunggu jenazah keduanya busa dipulangkan dari RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah, agar bisa dilaksanakan upacara pemakaman. (*)
Editor : I Gede Paramasutha