Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Penonton Asal Cium Pipi Penari Joged Bumbung, Ini Tanggapan Kadisbud Bali

Rika Riyanti • Kamis, 26 September 2024 | 21:29 WIB
STIGMA: Viral video yang menunjukkan seorang penari Joged Bumbung mendapatkan perlakuan tak sopan
STIGMA: Viral video yang menunjukkan seorang penari Joged Bumbung mendapatkan perlakuan tak sopan
 
 

BALIEXPRESS.ID — Tengah viral video yang menunjukkan seorang penari Joged Bumbung mendapatkan perlakuan tak sopan.

Mulanya, penari Joged Bumbung itu menari dengan baik dan mengumbar senyum manisnya, sampai akhirnya ia dikejutkan dengan ciuman singkat di pipinya dari seorang laki-laki yang muncul di belakangnya.

Sontak ia terkejut dan menyentuh pipinya.

Baca Juga: Lestarikan Keseimbangan Ekosistem, ASTAGUNA Dukung Penuh Kicau Mania Klungkung

Kendati demikian, ia mencoba tetap profesional dan melanjutkan tariannya dengan ekspresi yang berubah menjadi sedikit marah dan matanya mulai berkaca-kaca.

Video inipun ramai dan banyak netizen yang menyampaikan rasa amarahnya kepada si laki-laki.

Menanggapi video tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar., M. Hum, mengatakan tindakan tersebut merupakan efek dari maraknya joged jaruh.

Baca Juga: Bebas dari Jeratan Kasus Landak, Sukena Datangi De Gadjah

“Ada semacam stigma dari penonton itu jadi dengan keberanian-keberanian itu (melakukan tindakan condong ke pelecehan). Kan tidak semua joged bergerak tidak senonoh, akhirnya penonton men-stigma dan mengeneralisir jadi semua joged bisa dicium diperlakukan seperti itu,” katanya, Kamis (26/9).

Prof Sugiartha menambahkan, penonton yang mencium penari joged tersebut juga merupakan oknum yang nakal.

Semestinya, kata dia, jika penonton itu ingin dekat dengan penari bisa melakukan ngibing.

Baca Juga: Ingat Joni Bocah Panjat Tiang Bendera saat HUT RI? Akhirnya Lolos Seleksi Jadi TNI

Dirinya pun sangat menyayangkan aksi oknum yang juga penonton tersebut.

Pasalnya, ia mencuri kesempatan untuk mencium terlebih di video penari terlihat kesal usai dicium.

“Jadi karena memang sekarang banyak terjadi joged-joged tidak senonoh akhirnya masyarakat kurang paham. Semua penari dianggap bisa dicium, padahal tidak semua begitu, bahkan lebih banyak yang baik daripada joged yang jaruh. Kalau perbandingan hanya 10 persen saja begitu yang viral kan yang 10 persen itu yang vulgar,” terangnya.

Meski demikian, diakuinya sulit mengendalikan oknum-oknum seperti itu.

Hal ini karena terjadi di muka umum.

Baca Juga: Tingkatkan Gairah Pesta Demokrasi, Mr Rambo Usul Debat Pilgub Berlangsung di 9 Kabupaten/Kota di Bali

Disamping itu, saat ini persebaran konten di media sosial tidak bisa dikontrol.

Kebudayaan acapkali dijadikan obyek.

Ia pun meminta pada semua masyarakat agar jangan mencontoh perbuatan tersebut.

Baca Juga: Santosa Park, Wisata Seru dengan Wahana Baru di Kendal

Mencium joged dimuka umum tidak beretika, tidak bagus dan membuat persepsi salah tentang joged.

“Edukasi sudah melewati bendesa adat, mengumpulkan penari joged, edaran, Paiketan Krama Bali bahkan membuat semacam kutukan untuk joged-joged yang merusak moral. Langkah-langkah sudah maksimal semoga tidak terjadi lagi gitu saja sudah,” ungkapnya.(***)

 
Editor : Rika Riyanti
#bali #joged bumbung #ngibing #oknum