SINGARAJA, BALI EXPRESS — Pasangan calon bupati dan wakil bupati Buleleng nomor urut 2, Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna, menyampaikan komitmen mereka untuk memberikan subsidi kepada 169 Desa Adat di Buleleng dalam pelaksanaan Pengabenan Massal. Janji tersebut diungkapkan saat kampanye di Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Minggu (6/10).
Menurut Sutjidra, subsidi sebesar Rp 1 juta akan diberikan per sawa, atau per sarana yang akan diaben, untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan upacara ngaben. Setiap tahun, sebanyak 40 Desa Adat akan menerima bantuan ini, yang dananya diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Buleleng.
“Kami estimasikan total anggaran mencapai Rp 8 miliar per tahun. Sebagai masyarakat Bali, ini adalah kewajiban kami untuk meringankan beban masyarakat,” ujar Sutjidra dalam orasinya, saat berkampanye di wantilan Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
Subsidi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat adat yang selama ini harus menanggung biaya besar dalam melaksanakan upacara adat, termasuk prosesi ngaben yang dikenal memiliki nilai spiritual dan budaya yang tinggi di Bali. Sutjidra dan Supriatna berharap program ini akan mendapat dukungan penuh dari masyarakat dalam mewujudkan kehidupan adat yang lebih sejahtera.
Selain janji subsidi ngaben massal, pasangan calon ini juga menyatakan komitmen mereka untuk mengembangkan program-program lain yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat di Buleleng, termasuk pengembangan infrastruktur dan pendidikan adat.
Dengan janji-janji tersebut, Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna berharap mendapatkan dukungan dari masyarakat Buleleng dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang akan datang. ***
Editor : Dian Suryantini