BALIEXPRESS.ID - Jangan pernah mencoba aksi kejahatan jika tidak ingin bernasib seperti Muzamil Fadly, 43 tahun. Pria asal Denpasar ini harus menerima kenyataan pahit setelah tertangkap basah mencuri uang dari sim card ATM milik seorang wanita asing di Kuta, Badung, Bali.
Aksinya yang meraup Rp 2 juta justru berakhir tragis setelah ia dihajar massa hingga tubuhnya babak belur, bahkan harus menjalani operasi tengkorak kepala akibat retak.
Aksi Nekat di ATM Kuta yang Berujung Tragis
Kejadian berlangsung di ATM Bank Mandiri, Jalan Raya Seminyak, Kuta, Badung pada Sabtu malam, 5 Oktober 2024 sekitar pukul 22.30.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, Muzamil terlihat sedang mencoba mencuri dengan modus memanfaatkan kelalaian seorang WNA yang tak sengaja meninggalkan sim card ATM-nya setelah bertransaksi.
Tamu asing tersebut baru saja selesai menarik uang di ATM ketika Muzamil langsung mengambil kesempatan.
Berhasil masuk dan mengakses sim card yang tertinggal, ia dengan cepat meraup Rp 2 juta.
Namun nasib buruk menimpanya ketika wanita pemilik kartu ATM menyadari sim card-nya tertinggal dan kembali ke mesin ATM, hanya untuk memergoki Muzamil yang baru saja menyelesaikan aksinya.
Teriakan Minta Tolong dan Aksi Massa
Saat hendak keluar dari bilik ATM, Muzamil langsung diinterogasi oleh wanita tersebut. Namun, bukannya mengakui, Muzamil malah mencoba kabur.
Tidak disangka, sang WNA langsung berteriak minta tolong, memancing perhatian warga sekitar. Tanpa ampun, Muzamil pun ditangkap dan dipukuli beramai-ramai oleh warga yang geram.
Beruntung, amukan massa berhasil dilerai oleh beberapa warga negara asing dan seorang petugas Linmas yang sedang berpatroli di sekitar lokasi.
Uang hasil curian sebesar Rp 2 juta dikembalikan kepada korban, yang langsung meninggalkan tempat kejadian tanpa membuat laporan resmi.
Akibatnya, Harus Jalani Operasi
Muzamil yang sudah babak belur langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Kuta. Namun, kondisinya yang parah memaksa pihak kepolisian untuk menghubungi keluarganya agar segera membawa Muzamil ke rumah sakit.
Dokter dari RS Murni Teguh menyebutkan bahwa Muzamil mengalami retak pada tengkoraknya akibat pukulan massa, dan disarankan menjalani operasi.
Hingga saat ini, Muzamil masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan pengawasan dari pihak kepolisian.
Meski pelaku telah tertangkap, identitas korban wanita asing yang menjadi sasaran Muzamil belum terungkap dan ia pun belum membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian.
Pelajaran Berharga bagi Calon Pelaku Kejahatan
Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang berpikir untuk melakukan tindakan kriminal.
Aksi Muzamil Fadly yang nekat membobol ATM berujung pada nasib tragis yang harus ia bayar dengan perawatan medis mahal dan masa depan yang suram. Tidak hanya dipermalukan, ia juga harus menanggung rasa sakit akibat ulahnya sendiri.
Bagi calon pelaku kejahatan, mungkin kisah ini bisa jadi pengingat bahwa kejahatan tidak pernah berakhir manis. Satu kesalahan bisa mengubah hidup selamanya. ***
Editor : I Putu Suyatra