Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

MIRIS! Bangkai Penyu Lekang Kembali Ditemukan Terdampar di Pantai Perancak Menambah

I Gde Riantory Warmadewa • Rabu, 9 Oktober 2024 | 01:13 WIB
TERDAMPAR : Penemuan bangkai penyu lekang di pesisir pantai perancak, Selasa (8/10/2024).
TERDAMPAR : Penemuan bangkai penyu lekang di pesisir pantai perancak, Selasa (8/10/2024).

BALIEXPRESS.ID – Peristiwa kematian satwa laut kembali terjadi di perairan Jembrana, Bali.

Kali ini, seekor penyu lekang (Lepidochelys olivacea) ditemukan dalam kondisi mati terdampar di Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, Selasa (8/10/2024).

Penemuan ini dilaporkan oleh anggota Kelompok Pelestari Penyu (KKP) Kurma Asih sekitar pukul 14.30 Wita.

 Baca Juga: Truk Terjun Bebas di Kebun Warga Pekutatan, Penumpang Patah Tulang Lantaran Terjepit: Diduga Ini Penyebabnya

Berdasarkan hasil identifikasi, penyu malang tersebut berjenis kelamin betina dengan panjang karapas 60 cm dan lebar 58 cm. Diperkirakan usianya sekitar 50 tahun, yang tergolong dalam usia produktif bagi spesies ini.

“Saat ditemukan, tubuh penyu sudah membengkak dan mengeluarkan bau busuk, namun tidak ada tanda-tanda luka luar yang terlihat,” jelas I Wayan Anom Astika Jaya, Koordinator KKP Kurma Asih Desa Perancak.

 Baca Juga: Tradisi Pernikahan di Bali: Sejarah dan Prosesi Sakral dengan Keris, Bagaimana Jika Pengantin Pria Tak Hadir?

Penyebab pasti kematian penyu ini masih belum diketahui. Meskipun tidak ada luka fisik yang ditemukan, dugaan sementara mencakup faktor-faktor seperti penyakit, terjerat alat tangkap, atau dampak polusi laut.

“Karena kondisi bangkai penyu yang sudah membusuk, kami tidak melakukan nekropsi untuk mengetahui penyebab kematiannya,” imbuh Anom.

 Baca Juga: Kecelakaan Maut di Bali antara Warga Lampung vs Banyuwangi: Pengendara Motor Tewas, Kronologinya Mengerikan

Peristiwa ini semakin mengkhawatirkan, mengingat penyu ini adalah yang kedua mati dan terdampar di Pantai Perancak pada hari yang sama. Kematian penyu-penyu lekang yang berusia produktif tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait kelestarian spesies yang dilindungi ini.

 

“Sangat disayangkan, penyu-penyu ini berada di usia yang produktif. Kami mengajak semua pihak untuk lebih peduli terhadap kelestarian laut, termasuk keberlangsungan hidup penyu, dengan berhenti melakukan perburuan liar,” pungkasnya. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#kematian #bali #penyu #satwa #mati #laut #jembrana