BALIEXPRESS.ID-Sederet nama mencuat sebagai bakal menteri dalam kabinet pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang bakal dilantik pada 20 Oktober 2024 mendatang.
Salah satunya adalah mantan Gubernur Bali periode 2008-2018, Made Mangku Pastika yang disebut-sebut layak menjadi Menteri dari Bali.
Baca Juga: Nama Mangku Pastika Mencuat Masuk Jajaran Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran
Bahkan dalam berbagai media, disebutkan Mangku Pastika layak menjadi Menteri Pariwisata lantaran pernah menjabata sebagai Gubernur yang mewilayahi daerah sebagai destinasi pariwisata.
Terkait isu tersebut, Made Mangku Pastika pun tak menampik bahwa kabar tersebut telah sampai ke telinganya.
Bahkan pihaknya juga mengaku sempat mendapat telephon dari beberapa teman yang membahas soal isu tersebut.
“Saya memang mendapat banyak telephon tapi bukan dari Pak Prabowo, ada teman-teman memang begitulah ceritanya,” ungkap Mangku Pastika dalam kanal youtube Bali Satu dikutip pada Kamis (10/10/2024).
Baca Juga: Shin Pastikan 100 Persen Maarten Paes 100 Persen Tampil dalam Laga Bahrain vs Indonesia
Namun meski mendengar kabar-kabar tersebut, Mangku Pastika menegaskan bahwa jabatan Menteri merupakan hak prerogatif Presiden.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa dalam proses presiden menunjuk para pembantunya dalam pemerintahan harus memperhatikan potensi yang dimiliki oleh orang tersebut.
“Presiden dalam menunjuk pembantunya harus punya potensi dalam memperkuat posisi beliau. Baik untuk kinerja maupun untuk politik,” jelas Mangku Pastika.
Dengan pertimbangan tersebut Mangku Pastika memaklumi setiap keputusan presiden dalam memilih menterinya.
Pihaknya juga mengaku sangat senang apabila “tradisi” Menteri dari Bali dilanjutkan dalam pemerintahan Prabowo-Gibran mendatang.
Sebab, selama 15 tahun ke belakang, Bali selalu mendapat satu kursi jatah Menteri.
Baca Juga: Teco Puji Perkembangan Pemain Muda Bali United Kadek Arel dan Maouri Usai Kembali dari Timnas U20
Pada pemerintahan Presiden SBY misalnya, Jro Wacik dari Bali ditunjuk untuk menjadi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.
Kemudian pada era pemerintahan Jokowi di periode pertama, Puspayoga ditunjuk menjadi Menteri UMKM.
Dan setelah periode kedua, Jokowi kembali menunjuk Bintang Puspayoga sebagai Menteri PPPA.
“Ya bagus kalau masih diteruskan tradisi itu, karena sebenarnya potensi Bali kan cukup besar, walaupun penduduknya gak banyak dan pulaunya kecil tapi peran Bali dikancah nasional dan dunia itu tidak bisa dipungkiri. Nama dan branding Bali itu luar biasa dan rata-rata orang Bali itu diterima,” pungkasnya.