Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mangku Pastika Harap ‘Tradisi’ Satu Kursi Menteri dari Bali Berlanjut di Pemerintahan Prabowo

Wiwin Meliana • Kamis, 10 Oktober 2024 | 16:20 WIB

Mangku Pastika berharap tradisi satu kursi Menteri dari Bali terus berlanjut
Mangku Pastika berharap tradisi satu kursi Menteri dari Bali terus berlanjut

BALIEXPRESS.ID-Made Mangku Pastika mengaku senang bila tradisi satu kursi menteri dari Bali dapat terus berlanjut di Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Pihaknya menyebut bahwa Bali memiliki peran dan kontribusi besar dikancah nasional maupun dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Bali selalu diwakili dalam kabinet, yang menunjukkan betapa pentingnya peran pulau ini dalam konteks nasional.

Baca Juga: Truk Tangki Air Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Pecatu, Sopir Disebut Kabur Bawa Paksa Motor Ojol

Sebab, selama 15 tahun ke belakang, Bali selalu mendapat satu kursi jatah Menteri.

Pada pemerintahan Presiden SBY misalnya, Jro Wacik dari Bali ditunjuk untuk menjadi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.

Kemudian pada era pemerintahan Jokowi di periode pertama, Puspayoga ditunjuk menjadi Menteri UMKM.

Dan setelah periode kedua, Jokowi kembali menunjuk Bintang Puspayoga sebagai Menteri PPPA.

Baca Juga: Digadang-gadang Jadi Menteri di Kabinet Prabowo, Begini Tanggapan Made Mangku Pastika

“Ya bagus kalau masih diteruskan tradisi itu, karena sebenarnya potensi Bali kan cukup besar, walaupun penduduknya gak banyak dan pulaunya kecil tapi peran Bali dikancah nasional dan dunia itu tidak bisa dipungkiri,” ujar Mangku Pastika dalam kanal Youtube Bali Satu dikutip pada Kamis (10/10/2024).

Lebih lanjut, Mangku Pastika menyebut jika nama dan branding Bali selalu laku di mana pun.

Bahkan rata-rata orang Bali selaku bisa diterima.

“Saya kira alangkah bagusnya kalau tradisi itu diteruskan menurut saya,” pungkasnya.

Baca Juga: Nama Mangku Pastika Mencuat Masuk Jajaran Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran

Namun lebih lanjut, Mangku Pastika menyebut bahwa dalam proses presiden menunjuk para pembantunya dalam pemerintahan harus memperhatikan potensi yang dimiliki oleh orang tersebut.

“Presiden dalam menunjuk pembantunya harus punya potensi dalam memperkuat posisi beliau. Baik untuk kinerja maupun untuk politik,” jelas Mangku Pastika.

 

 

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#mangku pastika #tradisi #kursi menteri #Pemerintahan Prabowo