Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Curiga Disembunyikan Memedi, Pekak Rugeg Dicari dengan Baleganjur, Akhirnya Ditemukan Tewas di Campuhan Sungai Ayung

I Gede Paramasutha • Senin, 14 Oktober 2024 | 01:12 WIB
PERIKSA: Petugas memeriksa jenazah Pekak Rugeg yang ditemukan tewas di Campuhan Sungai Ayung. Lansia ini sempat hilang empat hari dan dicurigai disembunyikan memedi.
PERIKSA: Petugas memeriksa jenazah Pekak Rugeg yang ditemukan tewas di Campuhan Sungai Ayung. Lansia ini sempat hilang empat hari dan dicurigai disembunyikan memedi.

BALIEXPRESS.ID - Seorang pekak (kakek) bernama I Wayan Rugeg, 84, dikabarkan hilang sejak Rabu (9/10).

Lantaran curiga Pekak Rugeg hilang karena disembunyikan memedi, akhirnya dicari menggunakan gamelan balaganjur.

Akhirnya, lansia tersebut dapat ditemukan berselang empat hari kemudian di Campuhan Sungai Ayung, Banjar Pane, Desa Sibanggede, Abiansemal, Badung.

Namun nahas, pekak yang berasal dari Banjar Pane itu ditemukan dalam keadaan tewas , Minggu (13/10).

Kasi Humas Polres Badung Ipda I Putu Sukarma mengatakan, korban dapat dikenali dari baju dan celana yang dipakai saat hilang masih utuh.

Berikutnya, jenazah Pekak Rugeg dibawa oleh masyarakat ke rumah duka.

Adapun hasil dari pemeriksaan luar Dokter Utama Puskesmas III Abiansemal, diperkirakan korban meninggal kurang lebih sudah tiga sampai empat jam.

"Tidak ditemukan luka-luka benda tajam atau benda tumpul pada tubuhnya," tandasnya.

Dari hasil pemeriksaan identifikasi, hanya ditemukan luka-luka lecet di beberapa bagian tubuh, seperti kaki kanan dan kaki kiri, pinggul kanan, kedua tangan, punggung sebelah kiri, dan luka lecet di kening kanan.

Belum diketahui apa penyebab Pekak Rugeg sampai ditemukan meninggal di sungai.

Editor : Nyoman Suarna
#tewas #memedi #pekak #campuhan #Rugeg #sungai ayung #baleganjur