BALIEXPRESS.ID - Seorang pekak (kakek) bernama I Wayan Rugeg, 84, dikabarkan hilang sejak Rabu (9/10).
Lantaran curiga Pekak Rugeg hilang karena disembunyikan memedi, akhirnya dicari menggunakan gamelan balaganjur.
Akhirnya, lansia tersebut dapat ditemukan berselang empat hari kemudian di Campuhan Sungai Ayung, Banjar Pane, Desa Sibanggede, Abiansemal, Badung.
Namun nahas, pekak yang berasal dari Banjar Pane itu ditemukan dalam keadaan tewas , Minggu (13/10).
Kasi Humas Polres Badung Ipda I Putu Sukarma mengatakan, korban dapat dikenali dari baju dan celana yang dipakai saat hilang masih utuh.
Berikutnya, jenazah Pekak Rugeg dibawa oleh masyarakat ke rumah duka.
Adapun hasil dari pemeriksaan luar Dokter Utama Puskesmas III Abiansemal, diperkirakan korban meninggal kurang lebih sudah tiga sampai empat jam.
"Tidak ditemukan luka-luka benda tajam atau benda tumpul pada tubuhnya," tandasnya.
Dari hasil pemeriksaan identifikasi, hanya ditemukan luka-luka lecet di beberapa bagian tubuh, seperti kaki kanan dan kaki kiri, pinggul kanan, kedua tangan, punggung sebelah kiri, dan luka lecet di kening kanan.
Belum diketahui apa penyebab Pekak Rugeg sampai ditemukan meninggal di sungai.
Editor : Nyoman Suarna