BALIEXPRESS.ID-Media sosial dihebohkan dengan sebuah video diduga terjadi aksi intoleransi di Bali.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah umat Hindu sedang melakukan prosesi upacara di pinggir pantai.
Baca Juga: Prediksi Line Up Timnas Indonesia; Eliano Reijnders Berpeluang Starter Hadapi China
Diduga upacara yadnya itu adalah untuk mendak dewata dewati yang dilakukan di Kawasan Pantai Berawa.
Namun saat umat Hindu sedang khusuk menjalankan prosesi keagamaan itu, di saat bersamaan ada pesta kembang api yang dihidupkan tepat di depan umat yang sedang bersembahyang.
Diduga pesta Kembang api tersebut berasal dari salah satu beach club yang ada di Berawa, Kuta Utara, Bali.
Upacara yang dipuput oleh Ida Rsi ini pun menjadi kurang hikmad lantaran terlihat terganggu dengan suara kembang api.
Menurut informasi, pihak adat setempat sudah sempat berkomunikasi dengan management beach club akan tetapi pihak beach club menolak mengundur acara pesta kembang api tersebut.
Kejadian ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat Bali dan netizen, yang mempertanyakan kurangnya rasa toleransi dan penghormatan terhadap praktik keagamaan.
Dalam unggahan di akun @Niluh Djelantik, warganet mengecam aksi intoleransi tersebut.
“Atas nama toleransi sampai lupa menghargai orang lain. Toleransi sepihak namanya,” tulis akun @athatyosh.
“Itu pecalang atau panitia lainnya ga ada yang menegur apa gimana sih Mbok Luh? Turis Bali ini kok blangsak2 attiudenya ya?” tulis akun @x1ndah.
“Orang Bali capek menjaga Bali dengan yadnya yang tulus, orang yang datang ke Bali Cuma memanfaatkan saja,” tulis akun @geo.kraft.