BALIEXPRESS.ID-Jagat Media sosial Bali dihebohkan dengan video pelaksanaan pesta kembang api berbarengan dengan upacara agama di Pantai Berawa.
Terkait kekisruhan tersebut, beredar tangkapan layar klarifikasi dari Humas Polda Bali.
Baca Juga: Jembrana Green Cliff, Wisata Alam dengan Pemandangan Perbukitan Hijau di Jembrana
Dalam klarifikasi yang beredar luas di media sosial itu, humas Polda Bali menyebut bahwa terjadi miskomunikasi antara Kelian Adat Tegal Gundul dengan Manajemen Finns Beach Club.
Bahkan manajemen Finns Beach Club disebutkan tidak mengetahui terkait adanya Umat Hindu warga dari Banjar Tegal Gundul sedang melaksanakan upacara Mendak Dewata Dewati.
Pihak kepolisian pun telah melakukan upaya klarifikasi ke pihak beach club terkait video viral tersebut.
“Kepolisian polda Bali yang diwakili oleh Pihak Polsek telah melakukan upaya klarifikasi ke pihak finns dan mengundang untuk memberikan himbauan agar dalam kegiatan tetap memperhatikan lingkungan dan adat istiadat setempat,” bunyi klarifikasi dari Humas Polda Bali dikutip pada Rabu (16/10/2024).
Baca Juga: Pantai Rambut Siwi, Destinasi Romantis dengan Sunset Memesona di Jembrana
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan sebuah video diduga terjadi aksi intoleransi di Bali.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah umat Hindu sedang melakukan prosesi upacara di pinggir pantai.
Diduga upacara yadnya itu adalah untuk mendak dewata dewati yang dilakukan di Kawasan Pantai Berawa.
Namun saat umat Hindu sedang khusuk menjalankan prosesi keagamaan itu, di saat bersamaan ada pesta kembang api yang dihidupkan tepat di depan umat yang sedang bersembahyang.
Baca Juga: BERANG! Nyoman Parta Minta Tegur Keras Pemilik Beach Club: Bila Perlu Cabut Izinnya!
Diduga pesta Kembang api tersebut berasal dari salah satu beach club yang ada di Berawa, Kuta Utara, Bali.
Upacara yang dipuput oleh Ida Rsi ini pun menjadi kurang hikmad lantaran terlihat terganggu dengan suara kembang api.
Editor : Wiwin Meliana