BALIEXPRESS.ID - Tragedi memilukan terjadi di Gianyar, Bali, ketika Dedianus Kalaiyo, seorang pemuda berusia 19 tahun asal Sumba Barat Daya, NTT ditemukan tewas mengenaskan setelah menjadi sasaran amuk massa.
Insiden ini dipicu oleh sebuah video TikTok yang viral, berjudul “Orang Bali yang Babi,” yang menimbulkan kemarahan.
Dugaan penghinaan dalam postingan tersebut mendorong sekelompok orang untuk melakukan tindakan main hakim sendiri.
Sejumlah warga memburu Kalaiyo hingga ke tempat tinggalnya di rumah penampungan pekerja proyek.
Kejadian ini segera dilaporkan ke Polsek Gianyar, yang kemudian mengirim dua kendaraan patroli untuk mengamankan korban.
Meskipun berhasil dibawa ke RSUD Sanjiwani Gianyar, Kalaiyo tak dapat diselamatkan dan meninggal dunia keesokan harinya pada 16 Oktober.
Ketua III Flobamora Bali menegaskan pentingnya membuktikan kebenaran di balik postingan tersebut.
“Namun, jelas bukan almarhum yang mengunggahnya. Ada pihak lain yang terlibat. Pihak kepolisian harus bertindak,” tegasnya.
Dia menekankan bahwa hukum harus ditegakkan tanpa ada pelanggaran.
Kapolres Gianyar, AKBP Umar, mengkonfirmasi insiden tersebut dan mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku di balik aksi brutal ini.
“Kami akan menindak tegas siapa pun yang terlibat. Ini adalah negara hukum, bukan tempat untuk main hakim sendiri,” ujarnya.
Kasus ini, yang bermula dari kesalahpahaman antara warga dan pekerja proyek, menarik perhatian publik dan mengundang banyak pertanyaan.
Apakah benar Kalaiyo yang mengunggah postingan tersebut?
Bagaimana situasi ini dapat meluas menjadi kericuhan yang fatal? Pihak kepolisian berjanji untuk mengungkap semua fakta dan memberikan keadilan bagi korban. ***