BALIEXPRESS.ID - Untuk meningkatkan kualitas produk pertanian di Kabupaten Tabanan selama tahun 2024, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Penataan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Tabanan memperbaiki empat jaringan daerah irigasi di tiga kecamatan.
Kepala Dinas PUPRPKP Tabanan, I Made Dedy Darmasaputra mengatakan, perbaikan ini dilakukan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp6,6 miliar dan seluruh prosesnya sudah selesai dikerjakan.
“Untuk perbaikan saluran irigasi ini, pengerjaannya sudah rampung. Sehingga indeks kinerja pelayanan irigasi di Kabupaten Tabanan bisa meningkat dari sebelumnya 58 persen menjadi 80 persen,” jelasnya.
Dengan adanya perbaikan irigasi ini, disebutkan Dedy, total luas lahan persawahan yang berhasil diari mencapai 1.589 hektar.
Di antaranya Irigasi Angseri di Kecamatan Baturiti mengairi seluas 96 hektar dengan total nilai sebesar Rp 1,2 miliar.
Berikutnya adalah Irigasi Antosari di Kecamatan Selemadeg Barat, mengairi lahan seluas 661 hektar dengan total nilai proyek sebesar Rp1,74 miliar.
Ketiga adalah daerah irigasi Tiyinggading di Kecamatan Selemadeg Barat yang mengairi lahan seluas 410 hektar dengan total anggaran sebesar Rp 1,5 miliar.
Dan terakhir adalah daerah irigasi Sabah Hulu di Kecamatan Pupuan yang mampu mengairi lahan sawah seluas 382 hektare sawah di Desa Pujungan, Pupuan, dan Bantiran dengan anggaran sebesar Rp 2,17 miliar.
Dengan rampungnya empat saluran irigasi ini, diakui Dedy, sistem pengairan lahan persawahan di Kabupaten Tabanan bisa dilakukan dengan optimal dan tidak ada lagi air irigasi yang terbuang dan lahan sawah yang tidak terairi.
Dengan aliran air yang lebih optimal, produksi padi dan hasil pertanian lainnya semakin meningkat.
"Perbaikan ini juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian yang ada di Kabupaten Tabanan,” tambahnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna