BALIEXPRESS.ID — Pemerintah Provinsi Bali menargetkan swasembada pangan melalui pengelolaan lahan pertanian yang lebih intensif.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Wayan Sunada, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk mencapai target ini.
Termasuk memanfaatkan lahan sawah tadah hujan yang biasanya hanya dapat ditanami sekali setahun.
“Kita sudah menelusuri lahan-lahan kita yang akan siap kita tanami padi, terutama di pangan strategis,” ujar Wayan Sunada.
“Lahan sawah tadah hujan yang biasanya kita tanami satu kali dalam setahun itu juga sudah kita usahakan untuk menjadi dua kali dalam setahun dengan cara memberikan bantuan pompanisasi,” tambahnya.
Sunada menjelaskan bahwa lahan tadah hujan sangat bergantung pada curah hujan untuk dapat ditanami.
Baca Juga: Selain Rewel, Ini Motif Ayah Tiri dan Ibu Siksa Bocah 4 Tahun di Badung, Ancaman Hukuman 6 Tahun
Dengan bantuan pompa, air dari sungai dan kali bisa dialirkan ke sawah-sawah yang sebelumnya kekurangan air.
“Makanya kita memberikan bantuan pompanisasi. Air yang ada di kali, yang ada di sungai kita tarik untuk mengairi sawah-sawah kita. Tahun ini kita mendapat 71 pompa air untuk mengantisipasi, bisa kok kita swasembada,” jelasnya.
Selain padi, upaya untuk mandiri di bidang pangan juga mencakup komoditas lain, meskipun padi tetap menjadi prioritas utama.
“Pasti kita akan mandiri di mana produktivitas kita dalam satu hektar dari 6 ton sudah naik menjadi 6,2 ton per hektar,” ungkap Sunada.
Ia menambahkan bahwa peningkatan produktivitas ini secara kumulatif akan memberikan hasil surplus di Bali.
Menurut Sunada, padi merupakan kebutuhan strategis yang paling utama dibandingkan komoditas lain seperti cabai.
Baca Juga: Perkuat Fundamental Kinerja, BRI Cetak Laba Rp45,36 Triliun
“Kalau tanaman cabe walaupun tidak ada cabe masyarakat kita masih bisa makan. Kalau beras enggak ada, apa masyarakat kita makan cabe saja kan enggak bisa,” ucapnya menekankan pentingnya ketersediaan beras bagi masyarakat Bali.(***)
Editor : Rika Riyanti