BALIEXPRESS.ID - Nama Kasing Lung mungkin sudah tidak asing lagi bagi para kolektor mainan seni. Pria kelahiran Hong Kong tahun 1972 ini adalah pencipta boneka Labubu yang terkenal. Meski lahir di Hong Kong, Kasing dan keluarganya pindah ke Belanda saat ia masih kecil. Tinggal di Negeri Kincir Angin memperkenalkan Kasing pada dongeng-dongeng Nordik yang penuh dengan peri dan makhluk ajaib, yang kemudian memengaruhi karyanya hingga kini.
Masa kecil Kasing Lung ternyata dipenuhi dengan kegemarannya membaca buku cerita. Terutama legenda peri Eropa kuno. Dari bacaannya itu ia kemudian terinspirasi untuk menggambar atau mengilustrasikan boneka dengan pena, yang pada akhirnya tumbuh keinginan untuk melukis karakter dongeng.
Bertahun-tahun kemudian, Kasing menetap di Belgia dan bekerja sebagai ilustrator buku anak-anak. Salah satu buku karyanya bahkan memenangkan penghargaan ilustrasi, menjadikannya orang Tionghoa pertama yang mendapat pengakuan tersebut di Belgia. Di tahun 2012, Kasing kembali ke Hong Kong dan bergabung dengan How2Work, sebuah merek mainan, sambil merilis buku ilustrasi berbahasa Tionghoa serta berbagai koleksi figur karakter.
Baca Juga: Mengenal Boneka Labubu yang Viral; Karakter Dongeng Nordik Jadi Tren Berkat Lisa Blackpink
Karakter Labubu pertama kali muncul pada 2015 dalam buku seri The Monsters. Dalam kisahnya, Labubu adalah monster kecil dengan senyuman khas, telinga tinggi runcing, dan gigi bergerigi. Meski berkesan menakutkan, karakter Labubu ternyata baik hati dan suka menolong. Tak hanya Labubu, karakter lain seperti Zimomo, Tycoo, dan Spooky juga menjadi bagian dari koleksi figur The Monsters, yang kian digemari.
Pada 2019, popularitas Labubu semakin melejit setelah Kasing menandatangani perjanjian lisensi eksklusif dengan Pop Mart. Seri Labubu menjadi fenomenal, dengan penjualan yang memecahkan rekor di kategori mainan seni. Bahkan saat ini, di situs resmi Pop Mart, banyak produk Labubu yang sold out, dengan harga berkisar dari Rp 300 ribu hingga Rp 15 juta.
Terlebih lagi, belum lama ini boneka Labubu muncul dalam sebuah unggahan pada akun milik Lisa Blackpink – yang merupakan artis K-Pop dengan popularitas tinggi. Setelah unggahan itu, banyak orang rela mengantri untuk membeli boneka Labubu, termasuk di Indonesia. Tentu saja ketenaran bone Labubu ini tidak hanya karena ulah Lisa, namun si Labubu telah populer jauh sebelum tahun 2024. Kisah Kasing Lung dan Labubu menjadi bukti bahwa sebuah karakter kecil pun bisa memiliki daya tarik besar, menyentuh imajinasi banyak orang dan menjadi ikon dalam dunia mainan seni global. ***
Editor : Dian Suryantini