BALIEXPRESS.ID - Pada debat Pilwali Denpasar, Rabu (6/11), kedua pasangan calon wali kota Denpasar, Paslon nomor urut 1, Gede Ngurah Ambara Putra – I Nengah Yasa Adi Susanto (ABDI), dan paslon nomor urut 2, I Gusti Ngurah Jaya Negara – I Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya-Wibawa), mengupas rencana mereka dalam meningkatkan layanan kesehatan, khususnya terkait penanganan penyakit menular dan akses BPJS.
Baca Juga: Paslon ABDI Siap Berdayakan Banjar dan Wujudkan City Tour di Denpasar
Paslon ABDI berfokus pada penguatan posyandu di tingkat banjar dan penambahan fasilitas puskesmas.
Yasa Adi Susanto dari paslon nomor urut 1 menekankan pentingnya edukasi masyarakat dalam mencegah dan mengatasi penyakit menular sesuai dengan pertanyaan panelis.
Pihaknya menggarisbawahi pentingnya pelayanan kesehatan yang optimal di rumah sakit, puskesmas, dan puskesmas pembantu agar masyarakat tidak ragu dalam mencari pengobatan.
Baca Juga: Koster Digendong dan Diarak Umat Hindu dan Muslim, Warga Sumberklampok: Seng Koster seng Coblos
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan agar masyarakat memiliki mindset yang positif untuk berobat di dalam kota. Kami juga akan meningkatkan jumlah puskesmas dan menambah fasilitas di puskesmas pembantu,” katanya.
Sementara itu, Gede Ngurah Ambara Putra menyoroti peran posyandu dan kader kesehatan di banjar untuk mendeteksi penyakit menular sedini mungkin.
Baca Juga: Ribuan Emak-emak Dukung Koster-Giri, Rebutan Selfie dan Foto di Desa Patas dan Musi Buleleng
“Penting bagi kita untuk memperkuat peran kader posyandu dalam memantau kesehatan masyarakat, terutama dalam menangani penyakit seperti DBD yang perlu mendapat perhatian serius,” katanya.
Dengan peningkatan posyandu, Ambara berharap mampu menekan kasus penyakit menular melalui pemantauan yang lebih intensif di tingkat banjar.(*)
Editor : Wiwin Meliana