Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dua Anggota DPRD Klungkung Resmi di-PAW, Fokus Baru pada Infrastruktur di Nusa Penida

I Dewa Gede Rastana • Senin, 11 November 2024 | 21:55 WIB
DILANTIK : Pelantikan PAW anggota DPRD Klungkung, Senin (11/11/2024).
DILANTIK : Pelantikan PAW anggota DPRD Klungkung, Senin (11/11/2024).

BALIEXPRESS.ID – Dua anggota DPRD Kabupaten Klungkung periode 2024-2029 resmi digantikan melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW) dalam rapat paripurna istimewa PAW yang digelar di ruang sidang Saba Nawa Natya DPRD Klungkung, Senin (11/11/2024).


Penggantian ini dikukuhkan dalam Acara tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Anak Agung Gde Anom dan dihadiri oleh seluruh anggota dewan, Penjabat (Pj) Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika, serta perwakilan perangkat daerah.


Pengangkatan Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten Klungkung Masa Jabatan Tahun 2024-2029 sebagaimana yang telah ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Bali Nomor 829/01-A/HK/2018 dan Nomor 830/01-A/HK/2018 tanggal 30 Oktober 2024 tentang Peresmian Pengangkatan Antar Waktu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Klungkung.


Pelantikan PAW ini dilakukan setelah sebelumnya melalui proses yang cukup panjang di Sekretariat Dewan hingga akhirnya SK Gubernur Bali turun. Adapun mereka yang di-PAW adalah I Made Satria dari PDIP dan I Ketut Gunaksa dari Partai Gerindra, keduanya berasal dari daerah pemilihan (dapil) Nusa Penida.

Keduanya di-PAW lantaran maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung 2024.


I Made Satria yang maju sebagai calon bupati digantikan oleh I Wayan Kariana, sementara posisi I Ketut Gunaksa yang menjadi calon wakil bupati diisi oleh I Gede Artawan.


Pada Pileg 2024, Wayan Kariana memperoleh 1.029 suara. Meskipun mengaku harus banyak belajar dari para seniornya, Kariana menegaskan jika akan memperjuangkan aspirasi masyarakat sepenuhnya, khusunya di Nusa Penida. “Yang jelas untuk Nusa Penida sementara yang urgent adalah soal infrastruktur dan sampah,” tegasnya.


Menurutnya persoalan sampah harus mendapatkan penanganan serius di Nusa Penida. Mengingat saat ini persoalan sampah sangat kompleks. “Terutama sampah plastik, karena tempat pembuangan dan pengolahan sampah masih terbatas,” lanjutnya.


Sementara itu, I Gede Artawan, pengganti Gunaksa yang berhasil meraih 1.447 suara juga menekankan soal pentingnya infrastruktur, terutama perbaikan jalan, pengelolaan sampah, serta penambahan lampu penerangan jalan untuk mendukung pariwisata di wilayah tersebut.

“Tentu komitmen kita sesuai tugas, memperjuangkan aspirasi rakyat. Salah satunya soal infrastruktur di Nusa Penida, misalnya lampu penerangan jalan. Intinya fasilitas publik untuk menjaga kenyamanan wisatawan yang berkunjung,” tukasnya.


Dalam kesempatan itu, Pj Bupati Klungkung, I Nyoman Jendrika, berharap sinergi antara legislatif dan eksekutif dapat terus ditingkatkan untuk mendukung pembangunan daerah.

“Saya atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Klungkung menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada Saudara I Wayan Kariana, S.E. dan I Gede Artawan, S.Kom. sebagai Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Klungkung melalui Pengganti Antar Waktu sebagai Anggota Dewan, semoga yang baru saja dilaksanakan pengangkatannya, dengan harapan melaksanakan tugas sebagai Legislator dengan sebaik- dan baiknya,” tegas Pj Bupati Jendrika.

Dirinya juga berharap anggota dewan yang baru dilantik ini dapat segera beradaptasi dan memberikan kontribusi pengambilan keputusan, selalu menempatkan kepentingan masyarakat dan daerah di atas segalanya nyata dalam setiap pembahasan dan Bupati Jendrika juga mengajak Koordinasi yang baik antara eksekutif dan legislatif merupakan fondasi utama bagi keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Mari kita bersama-sama bergandengan tangan, saling mendukung, dan saling melengkapi untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan Kabupaten Klungkung yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan,” tandasnya. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#Aspirasi #infrastruktur #nusa penida #paw #DPRD KLUNGKUNG #sampah