BALIEXPRESS.ID-Meski menuai pro dan kontra, proses pewarnaan kembang rampe atau samsam dengan wantek disebut merupakan permintaan dari konsumen.
Dalam video yang dibagikan oleh akun @Tu da Strada via akun @Global Dewata BALI, terlihat seorang warganet membagikan proses pencelupan kembang rampe dengan pewarna.
Hal ini bertujuan agar kembang rampe yang biasanya menjadi salah satu komponen membuat canang sari tampak memiliki warna hijau cerah dan menarik.
Baca Juga: Pewarnaan Kembang Rampe Gunakan Mesin Cuci; Inovasi atau Merusak Nilai Suci?
“Halo gais, kita lihat pencelupan pandan harumnya gais,” ujar pria si perekam video dikutip pada Selasa (12/11/2024).
Dalam beberapa komentar di akun tersebut, warganet menyebut bahwa kembang rampe diberi pewarna merupakan permintaan dari konsumen.
“Itu permintaan dari konsumen dari pasar, sebenarnya lebih enak kalau alami, kerja jadi mudah dan cepat, biaya lebih murah,” tulis akun @Yanik Sengap.
Jika tidak mengikuti permintaan pasar, maka dikhawatirkan usahanya akan gulung tikar.
Terlihat pandan harum yang sudah diiris-iris menjadi kembang rampe itu pun tampak dimasukkan ke dalam mesin cuci.
Kembang rampe yang telah diberi warna hijau itu tampak berputar-putar dalam mesin cuci yang masih menyala itu.
Meski menggunakan mesin pencuci pakaian, si perekam video menjamin bahwa mesin cuci yang digunakan adalah baru alias sukla.
“Menggunakan mesin cuci gais, ingat ini mesin cuci sukla gais,” jelas pria tersebut.
Baca Juga: WADUH! Beredar Video Pewarnaan Kembang Rampe Gunakan Mesin Cuci, Perekam Sebut Mesin Cuci Sukla
“Kalau ga ngikutin pasar kan produksi jadi gulung tikar, ga ada yang mau beli kalau ga isi pewarna,” tulis akun tersebut.
Lebih lanjut, akun @Yanik Sengap juga mengaku bahwa proses pewarnaan kembang rampe menggunakan mesin cuci adalah hal yang wajar dan biasa.
‘Kalau yang saya tahu, di kampung saya, semua mesin cuci dipakai baru dibeli, ga tau di tempat lain. Jangan dulu berpikiran yang negatif, karena dibanjaran saya Sebagian besar cari nafkah dari usaha pandan rampe yang sukla,” ungkapnya.
Editor : Wiwin Meliana