SINGARAJA, BALI EXPRESS - Program makan bergizi gratis yang dirancang untuk siswa sekolah di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng telah disimulasikan. Meski hanya simulasi, program itu juga memperhatikan kebutuhan gizi harian. Dengan target memenuhi kebutuhan energi anak-anak usia sekolah, menu yang disajikan dalam program ini telah dirancang sesuai standar gizi yang seimbang.
Menu yang disajikan dalam box terdapat nasi putih, telur bacem, tumis sayur buncis, wortel, brokoli, tempe bacem, ayam suir, ikan. Sementara pelengkapnya susu kemasan dan buah semangka potong.
Menurut Plt. Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Dokter Putu Arya Nugraha, anak usia sekolah membutuhkan total energi sekitar 1.500 hingga 2.000 kilokalori per hari. Pola makan yang sehat terdiri dari tiga kali makan utama dan dua kali snack. Setiap kali makan utama idealnya memenuhi 500 kilokalori, sementara snack berkontribusi sekitar 150-200 kilokalori.
Menu yang disajikan dalam program ini telah mencakup kebutuhan utama makronutrien berupa karbohidrat, protein, dan lemak, serta mikronutrien seperti vitamin dan mineral yang banyak terdapat dalam sayur, buah, dan serat tambahan. Penambahan susu, meskipun opsional, juga dipertimbangkan untuk memberikan sumber protein dan kalsium yang baik bagi pertumbuhan tulang dan aktivitas anak. Dokter Arya menekankan pentingnya waktu makan yang teratur.
“Sarapan sebaiknya dilakukan pukul 07.00 pagi sebagai energi awal. Snack pagi bisa diberikan pukul 10.00, makan siang sekitar pukul 13.00, snack sore pukul 16.00, dan makan malam pada pukul 19.00,” ujarnya.
Baca Juga: Cerita Para Siswa di Sumberklampok, Biasanya Bekal Nasi Kuning, Nanti Tidak Lagi
Pola makan teratur ini tidak hanya memastikan asupan energi yang cukup, tetapi juga mendukung kesehatan lambung dan performa belajar anak di sekolah. Program ini diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dalam keluarga dan sekolah. Dengan pendekatan yang berbasis bukti ilmiah dan kebutuhan nyata anak-anak, inisiatif ini diyakini akan berkontribusi besar pada peningkatan kualitas kesehatan generasi muda. ***
Editor : Dian Suryantini