Heboh! Pertamax Bocor di Selokan SPBU Jembrana, Warga Berebut Bawa Jeriken
I Putu Suyatra• Rabu, 27 November 2024 | 01:01 WIB
SEMPAT JADI REBUTAN: Selokan tempat bocornya BBM Pertamax digaris dengan pita plastik oleh Satpol PP Jembrana.(foto: m.basir/radar bali)
BALIEXPRESS.ID - Warga di sekitar SPBU Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Bali, dikejutkan dengan temuan tak biasa.
Minggu (24/11/2024) sore hingga malam, bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax ditemukan mengalir di selokan di samping SPBU.
Peristiwa ini membuat warga berbondong-bondong membawa jeriken untuk mengambil BBM yang bocor tersebut.
Warga Berebut Ambil BBM dari Selokan
Sebagian warga terlihat mengais Pertamax di selokan dengan alat sederhana seperti gelas plastik kecil, lalu memasukkannya ke dalam jeriken.
"Kemarin sudah ada yang ambil minyaknya di dalam got. Ada yang pakai ember, ada juga pakai jeriken," ujar Mintarno, warga setempat.
Awalnya, warga mengira bau menyengat yang tercium selama tiga hari terakhir berasal dari dalam SPBU karena hujan deras.
Namun, sumber bau ternyata berasal dari selokan yang penuh dengan Pertamax.
Karyawan SPBU Temukan Kebocoran
Keberadaan BBM di selokan terungkap setelah Endro Wiyono, karyawan SPBU, mencium bau menyengat saat memotong rumput di sisi timur SPBU.
Ia segera melaporkan hal ini kepada pengelola SPBU yang kemudian menghubungi Polsek Kota Jembrana dan Damkar.
Menurut salah satu pegawai SPBU, kebocoran diduga terjadi karena kerusakan pada pipa.
"Diperkirakan sekitar 1 ton Pertamax terbuang akibat kebocoran ini. SPBU langsung ditutup sementara setelah kejadian," ujar pegawai yang enggan disebutkan namanya.
SPBU Ditutup dan Warung Dilarang Buka
Dampak kebocoran tidak hanya dirasakan oleh SPBU, tetapi juga oleh pedagang makanan di sekitar lokasi.
Penjual makanan seperti sate yang berada di sebelah SPBU diminta untuk sementara menutup warung demi alasan keamanan.
"Kemarin sore tidak boleh buka warung karena situasinya berbahaya," tambah Mintarno.
Langkah Cepat Penanganan oleh Damkar
Kasatpol PP Jembrana, I Made Leo Agus Jaya, mengonfirmasi bahwa tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebocoran.
Tim Damkar menyiram BBM di selokan dengan campuran air dan deterjen untuk mencegah risiko ledakan atau kebakaran.
"Kami sudah melakukan penanganan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Bahan bakar ini sangat berbahaya jika tidak segera ditangani," tegasnya.
Pihak Pertamina Belum Beri Keterangan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU maupun Pertamina belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden kebocoran ini.
Sementara itu, pihak terkait masih mencari solusi untuk mencegah permasalahan serupa di masa mendatang.
Peristiwa ini menjadi sorotan, mengingat potensi bahaya yang ditimbulkan oleh kebocoran BBM. Apakah ini kesalahan teknis atau ada penyebab lain yang lebih serius? Warga dan netizen masih menunggu klarifikasi resmi! ***