BALIEXPRESS.ID - Pertamina merespon cepat kasus kebocoran Pipa Produk Pertamax di Jembrana dengan melakukan monitoring ke lokasi.
Berdasarkan monitoring petugas SPBU 5482203 Kabupaten Jembrana ditemukan kebocoran Pipa Produk Pertamax di SPBU tersebut dan mengalir ke selokan.
Baca Juga: De Gadjah Legowo Terima Hasil Pilgub, Warganet Ramai Beri Dukungan Moral
Dikonfirmasi Area Manager Comm, Rel. & CSR PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, pihaknya mengatakan, atas temuan tersebut pihak SPBU Pertamina segera melakukan penanganan dengan menimbun selokan dengan pasir untuk bagian selokan yg masih basah.
“Pihak SPBU telah berkoordinasi dengan DLHK, untuk penanganan tersebut sudah sesuai dan mengikuti prosedur Pertamina. Untuk selanjutnya akan dilakukan pemasangan pipa baru dan melakukan penggantian tangki Pertamax atau Pertamax Turbo dengan yang baru,” katanya, Kamis (28/11).
Baca Juga: De Gadjah Terima Kekalahan, Pasek Suardika Ajak Masyarakat Dukung Kepemimpinan Koster-Giri
Disamping itu, SPBU 5482203 melakukan penghentian operasional sementara SPBU sampai perbaikan pipa selesai dilakukan dan masih terus monitor jika ada sisa bocoran.
“Kami juga melalukan imbauan berupa pemasangan spanduk ‘Dilarang menyalakan api di area sekitar SPBU’ di area SPBU dan hasil bocoran pipa (selokan) sebagai antisipasi,” jelasnya.
Baca Juga: Kalah Berdasarkan Hasil Quick Count, Mulyadi-Ardika Sampaikan Selamat untuk Sanjaya-Dirga
Selama penghentian operasional sementara SPBU 5482203, Pertamina mengalihkan supply ke SPBU terdekat yakni SPBU 5482213 dengan jarak 1,5 km dan SPBU 5482216 dengan jarak 1 km.(***)
Editor : Rika Riyanti