Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Menengok Perjuangan Pak Kumis, Tukang Sol Sepatu di Klungkung Sejak 1976

I Dewa Gede Rastana • Minggu, 8 Desember 2024 | 18:57 WIB
LEGENDARIS: Pak Kumis saat sedang mengesol sepatu.
LEGENDARIS: Pak Kumis saat sedang mengesol sepatu.

BALIEXPRESS.ID – Di tengah hiruk-pikuk Pasar Seni Semarapura, Herman, yang lebih akrab disapa Pak Kumis, 68, menjalani profesi sebagai tukang sol sepatu.

Pria kelahiran Semarapura ini telah mengabdikan hidupnya untuk memperbaiki sepatu sejak 1976, menghadapi suka duka dalam menjalani profesi yang menjadi andalan hidupnya.

Pak Kumis tinggal di sebuah rumah sederhana di Jalan Puputan. Ia pun harus membayar Rp120 ribu per bulan untuk kios tempatnya menjajakan jasa sol sepatu.

Dengan lima anak—dua laki-laki dan tiga perempuan—yang semuanya telah menamatkan pendidikan hingga SMA, ia terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga meski penghasilan sehari-harinya tidak menentu.

Profesi ini ia geluti sejak muda, dimulai dengan belajar mengesol sepatu di terminal bus Semarapura, di dekat Toko Sidharta yang dulu terkenal pada masanya.

"Dulu saya mulai di terminal dokar dekat Telkom tahun 1976 sampai 1996. Setelah terminal direnovasi, saya pindah ke Pasar Galiran sampai tahun 2000, lalu menetap di Pasar Seni Semarapura hingga sekarang," kenangnya.

Bagi Pak Kumis, menjadi tukang sol sepatu memiliki tantangan tersendiri. Namun, ia memilih jalur ini dibanding menjadi buruh.

"Jadi tukang sol itu kita yang ngatur pekerjaan, lebih baik jadi bos kecil daripada buruh besar," ujarnya sambil tersenyum.

Dalam sehari, Pak Kumis biasanya memperbaiki 7 hingga 10 pasang sepatu, tergantung kerusakan dan tingkat kesulitannya.

Mulai bekerja pukul 09.00 hingga 14.00 WITA, ia mengaku tenaga semakin terbatas seiring bertambahnya usia. "Sekarang sudah tidak seperti dulu, tenaga terkuras, jadi hasilnya juga tidak banyak," tuturnya.

Baca Juga: BRI Borong 7 Penghargaan di Ajang Top 100 CEO & The 200 Leader Future Forum 2024

Biaya jasa sol sepatu bervariasi, tergantung jenis sepatu atau sandal. Untuk sepatu wanita pelajar, ia mematok harga mulai Rp25 ribu, sementara harga termahal untuk sepatu besar mencapai Rp40 ribu.

Jika pelanggan sudah akrab, ia sering memberikan diskon hingga Rp20 ribu. Dalam sehari, ia bisa mengumpulkan rata-rata Rp100 ribu.

Meskipun penghasilan tidak menentu, Pak Kumis tetap bersyukur dan bangga menjalani pekerjaannya. "Ini sudah jalan hidup saya, suka atau duka tetap harus dijalani dengan tanggung jawab," pungkasnya. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#pelanggan #Pak Kumis #sol sepatu #semarapura #pasar seni #klungkung #Penghasilan