BALIEXPRESS.ID – Monkey Forest Ubud, salah satu destinasi wisata paling ikonik di Bali, ditutup sementara menyusul tragedi yang menewaskan dua wisatawan asing.
Insiden tersebut terjadi akibat pohon besar yang tumbang dan menimpa pengunjung yang sedang menikmati keindahan alam.
Korban tewas diidentifikasi sebagai Funny Justine Christine (32), warga negara Prancis, dan Kim Hyoeun (42), warga negara Korea Selatan.
Sementara beberapa wisatawan lainnya mengalami luka-luka dan saat ini sedang menjalani perawatan medis.
Sebagai bentuk penghormatan kepada para korban dan untuk membersihkan energi negatif pasca kejadian, pihak pengelola Monkey Forest Ubud akan menggelar upacara pecaruan pada hari Kamis (12/12).
Upacara ini merupakan tradisi Bali yang bertujuan untuk memohon perlindungan serta menjaga keseimbangan alam.
“Kami berharap upacara ini dapat memberikan ketenangan bagi para korban dan keluarganya, serta mencegah kejadian serupa terulang kembali,” ujar Bendesa Adat Padangtegal Ubud, I Made Parmita.
Hujan deras dan angin kencang yang melanda Bali dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi penyebab utama tumbangnya pohon besar tersebut.
Saat ini, pihak pengelola sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi hutan dan berencana mengambil langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.
“Kami akan melakukan pemangkasan pohon secara rutin dan meningkatkan sistem peringatan dini,” kata General Manager Monkey Forest Ubud, Anak Agung Bagus Bhaskara.
Pemerintah Kabupaten Gianyar turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini dan berkomitmen memberikan bantuan kepada keluarga korban. Proses repatriasi jenazah para korban juga sedang dilakukan. (*)
Editor : Nyoman Suarna