Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lima Barong Sekaligus, GWK Bakal Gelar Pertunjukkan Baraong

Putu Resa Kertawedangga • Kamis, 12 Desember 2024 | 01:17 WIB

PEMENTASAN: Pertunjukkan Baraong yang digelar oleh GWK Cultural Park, Selasa (10/12).
PEMENTASAN: Pertunjukkan Baraong yang digelar oleh GWK Cultural Park, Selasa (10/12).

BALIEXPRESS.ID - Pertunjukan Barong sepertinya sudah tidak asing lagi digelar di Bali.

Namun pementasan di GWK Cultural Park ada cerita yang berbeda dari pertunjukkan Barong.

Sebab dalam pertunjukan yang diberi nama Baraong ini sebanyak lima barong ditampilkan dalam satu panggung.

Baca Juga: Plafon Ruang Kelas SDN 3 Sibanggede Mendadak Jebol, Ada Apa ?

Direktur Operasional, GWK Cultural Park, Rossie Andriani mengatakan, selain untuk meningkatkan kunjungan wisatawan pementasan Baraong ini diharapkan dapat menyebarluaskan budaya Indonesia, khususnya Bali.

Bahkan Baraong ini diharapkan dapat menjadi alternatif pertunjukkan di malam hari bagi wisatawan maupun warga lokal.

“Kami saat ini telah berhasil menggelar pertunjukan baru kepada masyarakat bali dan wisatawan, terutama mendukung program pemerintah dalam hal meningkatkan promosi budaya Indonesia ke tingkat internasional,” ujar Rossie saat ditemui Selasa (10/12).

Baca Juga: Mengapa Ada Prosesi Memutar Jenazah Umat Hindu Bali di Catus Pata? Berikut Penjelasannya

Pihaknya pun menyatakan, pertunjukkan Baraong ini akan pertama kali dibuka pada 21 Desember 2024.

Pertunjukkan awal ini nantinya akan digelar seminggu tiga kali, yaitu hari Selasa, Kamis, dan Jumat.

“Untuk kapasitas wisatawan yang dapat menonton ada 800 orang. Tapi harapan kami diawal dapat 200-300 orang,” ucapnya.

Baca Juga: Tidak Hanya di Gianyar Bali, Air Terjun Bertingkat Juga Ada di Bromo: Cocok untuk Nikmati Liburan Tahun Baru

Marketing Communication Division Head GWK, Andre Prawiradisastra menerangkan, tema barong yang diangkat ini berdasarkan survei yang dilakukan terkait atraksi yang wisatawan lokal dan internasional.

Hasilnya yang pertama Tari kecak dan kedua Tari Barong. Karena GWK telah memiliki pertunjukan kecak, pihaknya pun menambahkan pertunjukan Barong.

“Tetapi pertunjukan ini sedikit berbeda karena menggunakan nama Baraong, tujuannya agar orang jadi ingat kalau Barong itu di Bali, tapi Baraong di GWK,” terang Andre.

Menurutnya, cerita yang diangkat seperti pada umumnya, yaitu mengisahkan kebaikan dapat mengalahkan kejahatan.

Sebab sang tokoh utama Pangeran Bara dapat menyelamatkan dunia melalui bantuan tokoh Barong.

“Kami membuat pertunjukkan yang simpel agar bisa dinikmati dicwrna tanpa harus memilir panjang. Seperti Barong yang dapat melawan kejahatan,” jelasnya.

Pihaknya pun tidak memungkiri, pertunjukkan ini memang disiapkan untuk menyambut tahun baru.

Sehingga pihaknya ingin menambah waktu kunjungan di GWK.

“Tanggal 21 Desember 2024 kami akan launching, kemudian akan show secara leguler,” paparnya, seraya menyatakan tiketnya nanti akan dijual terpisah dengan tiket masuk kawasan GWK Cultural Park.

Lebih lanjut Andre menambahkan, persiapan pertunjukkan Baraong ini memerlukan waktu satu tahun.

Sebab GWK ingin melibatkan seniman-seniman hebat didalamnya.

Selain cerita dan garapan perlu juga properti, costum, animasi, dan lampu harus dipertimbangkan.

“Untuk penari ada sekitar 30-35 orang, untuk kru sekitar 10 orang. Jadi sekitar 40 orang yang dilibatkan,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#bali #gwk #barong