BALIEXPRESS.ID-Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar baru saja mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan selatan Bali, yang diperkirakan mencapai empat meter.
Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung mulai 12 hingga 15 Desember 2024.
Menurut Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, masyarakat dan pelaku wisata bahari diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan kecepatan angin serta tinggi gelombang yang bisa membahayakan.
“Waspadai peningkatan kecepatan angin serta tinggi gelombang laut yang berpotensi membahayakan keselamatan,” kata Cahyo dalam keterangan resminya, Rabu (11/12).
Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Mewabah di Laut Selatan Bali
Berdasarkan pengamatan BBMKG, pola angin di perairan Bali bagian utara umumnya bergerak dari barat daya- barat laut dengan kecepatan yang dapat mencapai 2-25 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Bali, yang dapat memicu gelombang laut tinggi.
BBMKG mengimbau nelayan, wisatawan, serta masyarakat umum untuk selalu memantau perkembangan cuaca terkini dan memperhatikan potensi gelombang tinggi.
Baca Juga: Motor Pengangkut Sampah Hangus Terbakar di Jembrana, Diduga Korsleting
Mereka dapat memperoleh informasi cuaca melalui situs resmi dan media sosial BBMKG Wilayah III Denpasar, seperti balai3.denpasar.bmkg.go.id dan akun Telegram @warningcuacabali.
Waspada! Pengguna Kapal Perlu Perhatian Khusus
Peringatan lebih lanjut diberikan kepada nelayan dan operator kapal.
Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan gelombang yang mencapai lebih dari 1,25 meter berpotensi membahayakan perahu nelayan.
Baca Juga: Jelang Periode Nataru, BRI Siapkan Uang Tunai Rp24,6 Triliun
Operator kapal tongkang juga disarankan untuk berhati-hati saat angin mencapai lebih dari 16 knot dan gelombang lebih dari 1,5 meter.
Sementara itu, operator kapal feri diminta waspada apabila kecepatan angin melebihi 21 knot dan gelombang lebih dari 2,5 meter.