Kronologi Kecelakaan Maut di Jalan Denpasar - Gilimanuk, Bali: Lubang Jalan Kembali Merenggut Nyawa
I Putu Suyatra• Senin, 16 Desember 2024 | 14:05 WIB
BAHAYA JALAN BERLUBANG : Kondisi jalan berlubang depan kantor Desa Tukadaya yang makan korban jiwa. (m.basir/radar bali)
BALIEXPRESS.ID – Tragedi kecelakaan memilukan kembali terjadi di Jalan Denpasar - Gilimanuk, tepatnya di wilayah Banjar Munduk Ranti, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali.
Jumat (13/12/2024) malam, seorang pengendara motor tewas setelah terjatuh akibat jalan berlubang dan terlindas kendaraan lain.
Korban yang diketahui bernama Nur Akmalina (24), warga Loloan Barat, Kecamatan Negara, meninggal di tempat dengan luka fatal di bagian kepala.
Kronologi Kecelakaan
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 22.50 Wita, di kilometer 104-105, tepat di depan Kantor Desa Tukadaya.
Menurut keterangan Kapolsek Melaya, AKP I Ketut Sukadana, korban yang mengendarai motor dengan nomor polisi DK 5499 ZW melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.
"Korban melewati jalan yang cukup padat lalu lintasnya. Saat melintasi jalan berlubang, korban kehilangan kendali, terjatuh, dan terlempar ke jalur berlawanan," jelas AKP Sukadana, Sabtu (14/12/2024).
Malangnya, dari arah berlawanan terdapat kendaraan yang melaju, dan kepala korban terlindas.
Hingga kini, identitas kendaraan yang melindas korban belum diketahui karena kondisi lalu lintas yang padat pada saat kejadian.
Jalan Berlubang yang Sudah Lama Bermasalah
Jalan berlubang di lokasi tersebut bukan masalah baru. Lubang dengan diameter sekitar dua meter dan kedalaman 20 sentimeter ini sudah menjadi ancaman bagi pengendara selama sebulan terakhir.
Lokasi lubang berada di tikungan depan Kantor Perbekel Desa Tukadaya, wilayah yang sering dilalui kendaraan berat dengan intensitas tinggi.
Menurut laporan sebelumnya dari edisi Senin (9/12/2024), lubang ini sering menjadi penyebab kecelakaan.
Warga setempat bahkan telah berinisiatif menutup lubang tersebut menggunakan sisa aspal.
Namun, usaha ini sia-sia karena hujan deras membuat material aspal terbawa air, dan lubang kembali menganga.
Proses Perbaikan Jalan Masih Berlangsung
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi Bali, BPJN Jawa Timur-Bali, I Made Mardita, mengonfirmasi bahwa proses perbaikan jalan sedang dilakukan secara bertahap.
"Kami tambal lubang dengan aspal baru. Perbaikan di titik tersebut sudah masuk dalam rencana kami, dan hari ini tim akan melanjutkan pekerjaan di sana," jelasnya saat dikonfirmasi kemarin.
Peringatan untuk Pengendara
Kecelakaan ini menjadi pengingat keras bagi pengendara untuk selalu berhati-hati, terutama di jalur Denpasar-Gilimanuk yang terkenal padat dan rawan kerusakan.
Warga berharap pemerintah segera menyelesaikan perbaikan jalan agar tidak ada lagi korban jiwa akibat kondisi infrastruktur yang buruk.
Jalan Denpasar-Gilimanuk dikenal sebagai jalur vital dengan arus kendaraan yang tinggi, termasuk kendaraan logistik.
Oleh karena itu, perhatian lebih terhadap kualitas jalan sangat diperlukan demi keselamatan pengendara.
Kecelakaan tragis ini bukan hanya menjadi kabar duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi peringatan bagi pihak terkait untuk mempercepat perbaikan jalan demi mencegah tragedi serupa terjadi di masa mendatang. ***