SINGARAJA, BALI EXPRESS - Bali tetap menjadi tujuan wisata yang layak dikunjungi, terutama Bali Utara. Kawasan Bali Utara menawarkan pesona alam, budaya, dan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain. Kabupaten Buleleng, sebagai gerbang utama Bali Utara, mengundang wisatawan domestik dan mancanegara untuk menikmati pengalaman liburan yang berbeda.
Dengan keindahan alam yang melimpah dan keramahan budaya lokal, Buleleng menghadirkan pengalaman yang memikat di setiap kawasannya. Di kawasan Lovina, wisatawan dapat menyaksikan lumba-lumba di habitat aslinya dan menikmati pemandangan matahari terbit yang memukau. Di kawasan Munduk dan Pancasari, wisatawan dihadapkan pada pegunungan yang menawarkan trekking, air terjun spektakuler, dan perkebunan kopi.
Ketua PHRI Kabupaten Buleleng, Dewa Ketut Suardipa mengatakan, Buleleng memiliki lebih dari 185 hotel, mulai dari penginapan kecil hingga hotel besar yang mampu memenuhi kebutuhan wisatawan. Tingkat okupansi di kawasan ini menunjukkan antusiasme wisatawan yang terus meningkat, terutama selama musim liburan Natal dan Tahun Baru.
“Di Bali Utara ini banyak hotel yang masih bisa dihuni. Over tourism hanya terjadi di Bali Selatan. Jadi di Bali Utara khususnya di Kabupaten Buleleng masih sangat layak dikunjungi tahun 2025,” ungkapnya, Rabu (18/12).
Di tengah tantangan seperti kemacetan dan kepadatan di Bali Selatan, Bali Utara menjadi pilihan alternatif yang menawarkan ketenangan dan keasrian. Kawasan ini tetap menyediakan fasilitas akomodasi yang nyaman serta daya tarik alam dan budaya yang otentik. Wisatawan dapat merasakan pengalaman berbeda tanpa harus menghadapi hiruk-pikuk keramaian.
“Di Buleleng, wisatawan dapat menikmati wisata bahari. Misalnya snorkeling di Lovina, Pemuteran atau di kawasan Buleleng Timur. Bisa juga yoga dengan suasana yang benar-benar menenangkan. Di sini juga ada pertunjukan budayanya, misalnya trai tradisional, festival budaya di Taman Bung Karno dan Pantai Lovina,” imbuhnya.
Dewa Suardipa menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur untuk mendukung pariwisata Bali Utara. Solusi seperti pembangunan MRT, LRT, dan jalan baru yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan Bali Utara diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas. Dengan infrastruktur yang memadai, wisatawan dapat lebih mudah menjelajahi keindahan Buleleng dan menghabiskan waktu lebih lama di kawasan ini.
“Dengan keindahan alam yang tak tertandingi, budaya lokal yang kaya, dan potensi besar untuk pengembangan, Buleleng siap menjadi pusat pariwisata yang layak dikunjungi di Bali,” ujarnya. ***
Editor : Dian Suryantini